kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.044   44,00   0,26%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Laba Bersih Medco Energi Internasional (MEDC) Anjlok, Hanya US$ 101 Juta pada 2025


Kamis, 02 April 2026 / 11:55 WIB
Laba Bersih Medco Energi Internasional (MEDC) Anjlok, Hanya US$ 101 Juta pada 2025
ILUSTRASI. Medco Energi (MEDC) cetak laba US$ 101 juta di 2025.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengumumkan hasil kinerja keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025. Dalam laporan keuangan, emiten produsen migas ini mengalami penurunan kinerja bottom line meski secara operasional masih tergolong solid.

Laba bersih MEDC tercatat sebesar US$ 101 juta pada 2025 atau melemah 72,48% year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 367 juta. Pendapatan MEDC pun tercatat sebesar US$ 2,40 miliar pada 2025 atau setara dengan capaian di tahun sebelumnya.

Selain itu, MEDC membukukan EBITDA sebesar US$ 1,26 miliar atau setara dengan capaian 2024, meski Harga minyak rata-rata turun 15% dari US$ 78 per barel pada 2024 menjadi US$ 67 per barel pada 2025 dan harga gas melemah dari US$ 7 per MMBTU menjadi US$ 6,8 per MMBTU.

Realisasi belanja modal MEDC tercatat sebesar US$ 437 juta pada 2025 dengan biaya produksi minyak dan gas sebesar US$ 8,6 per BOE sesuai dengan panduan.

Baca Juga: Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Siap Eksekusi Stock Split, Ini Tanggal Pentingnya

Utang konsolidasi MEDC turut meningkat menjadi US$ 3,65 miliar pada 2025, terutama untuk pembelian FPSO Marlin Natuna guna memastikan keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B) serta pembiayaan proyek pengembangan pembangkit energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas.

Rasio utang bersih terhadap EBITDA MEDC untuk segmen minyak dan gas berada di level 2 kali pada 2025, dibandingkan dengan 1,8 kali pada 2024 atau masih berada dalam kisaran target perusahaan.

MEDC juga memiliki likuiditas kuat dengan posisi kas sebesar US$ 633 juta pada akhir 2025, meski lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu US$ 697 juta.

Di samping itu, MEDC telah membayar dividen sebesar US$ 80 juta pada 2025 atau setara kisaran Rp 53,4 per saham yang meningkat 19% dibandingkan 2024. 

Tak hanya itu, MSCI meningkatkan peringkat ESG MEDC menjadi AAA dan Moody's turut mengangkat peringkat kredit emiten tersebut menjadi Ba3.

CEO Medco Energi Internasional Roberto Lorato mengatakan, pada 2025 pihaknya mampu membukukan kinerja yang kuat bagi perusahaan dan pemegang saham.

"Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27% dengan pengembalian sebesar US$ 110 juta kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksi minyak dan gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh," ungkap dia dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

 

Dari sisi operasional, produksi migas MEDC pada 2025 tercatat meningkat menjadi 156 mboepd yang didorong oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, kinerja kuat berkelanjutan di Oman Block 60, serta peningkatan hak partisipasi operasi di PSC Corridor. MEDC menutup tahun dengan mencatatkan tingkat produksi lebih dari 170 mboepd.

Belanja modal di segmen migas terealisasi sebesar US$ 402 juta yang digunakan untuk mencetak rekor produksi baru di Oman Block 60, memulai produksi di Lapangan Terubuk dan Forel, serta pengembangan sumur Corridor Suban-28 dan proyek peningkatan kapasitas kompresor Suban.

MEDC juga memperluas portofolio di Sumatra dengan meningkatkan participating interest di Corridor menjadi 70% dan participating interest efektif di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40%, serta mengakuisisi 45% participating interest operasi di PSC Sakakemang.

Berlanjut pada 31 Maret 2026, MEDC menandatangani PSC Cendramas sekaligus menandai kembalinya MEDC ke Malaysia sebagai operator blok minyak lepas pantai tersebut. PSC Cendramas berdekatan dengan operasi di South Natuna Sea Block B dan memiliki geologi dan karakteristik teknis
yang serupa.

Di segmen ketenagalistrikan, MEDC membukukan penjualan listrik mencapai 4.371 GWh dengan 25% berasal dari energi terbarukan pada 2025.

Belanja modal di segmen ini terealisasi sebesar US$ 35 juta terutama digunakan untuk commissioning Pembangkit Panas Bumi Ijen pada kuartal pertama, PLTS Bali Timur pada kuartal kedua, serta penyelesaian ekspansi Batam ELB pada kuartal keempat.

Baca Juga: Folago Global (IRSX) Sukses Cetak Laba Rp 25,3 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Sementara itu, anak usaha MEDC yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memenuhi panduan produksi konsentrat pada 2025 sebesar 446.563 metrik ton kering yang mengandung 208,9 juta pon tembaga dan 102.800 ribu ons emas, serta pemurnian lebih lanjut sebesar 176 juta pon katoda tembaga dan 124.700 ons emas.

Untuk tahun 2026, MEDC menargetkan produksi minyak dan gas di kisaran 165-170 mboepd, penjualan ketengalistrikan sekitar 4.550 GWh, biaya kas produksi migas di Bawah US$ 10 per boe, serta belanja modal migas US$ 415 juta dan ketenagalistrikan US$ 15 juta.

"Memasuki 2026, kami tetap berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, dengan target produksi minyak dan gas serta penjualan listrik yang kembali mencatatkan rekor baru bagi Medco," tandas Direktur Utama Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×