kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Merosot 58% di 2023, Ini Penyebabnya


Kamis, 22 Februari 2024 / 14:13 WIB
Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Merosot 58% di 2023, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyusut sepanjang tahun 2023. Laba bersih emiten tambang batubara ini merosot 58,30% menjadi US$ 500,33 juta per akhir 2023.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menyusut sepanjang tahun 2023. Laba bersih emiten tambang batubara ini merosot 58,30% menjadi US$ 500,33 juta per akhir 2023.

Dus, laba bersih per saham ITMG juga turun menjadi US$ 0,44 dari sebelumnya US$ 1,07 per saham.

Sebagai perbandingan, laba tahun berjalan ITMG yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2022 mencapai US$ 1,2 miliar.

Penurunan laba bersih sejalan dengan penurunan pendapatan. ITMG mengantongi pendapatan senilai US$ 2,37 miliar di 2023. Pendapatan ini turun 35% bila dibandingkan dengan pendapatan di 2022 yang mencapai US$ 3,63 miliar.

Baca Juga: Imlek Akan Dorong Permintaan, Tengok Rekomendasi Saham Emiten Batubara

Manajemen ITMG menyebut, salah satu penyebab penurunan pendapatan adalah penurunan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP). Realisasi harga jual rata-rata batubara ITMG sepanjang tahun lalu merosot hingga  41%, dari US$ 192 per ton di 2022 menjadi US$ 113 per ton di 2023.

Namun, menurunnya ASP diimbangi oleh volume penjualan batubara yang naik sebesar 11% menjadi 20,9 juta ton. Kenaikan penjualan ini didukung oleh peningkatan produksi sebesar 1% menjadi 16,9 juta ton.

Di sisi lain, ITMG berhasil menekan sejumlah beban sepanjang tahun lalu. Beban pokok pendapatan ITMG turun 6% menjadi US$ 1,63 miliar dari sebelumnya US$ 1,74 miliar.

“Penurunan beban pokok pendapatan dipengaruhi oleh penurunan royalti akibat penurunan harga jual batubara dan penurunan harga patokan batubara,” sebut manajemen ITMG, Kamis (22/2).

 Lalu, beban penjualan ditekan hingga 44% menjadi hanya US$ 95 juta dari sebelumnya US$ 170 juta. ITMG juga berhasil memangkas beban operasi sebesar 35% menjadi US$ 137 juta dari sebelumnya US$ 212 juta.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan ASP yang pada akhirnya menurunkan beban penjualan Perusahaan. Selain itu, terjadi reversal pada beban domestic market obligation(DMO) yang telah dicatat secara akrual untuk kinerja pada tahun 2022 berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 399.K/MB.01/MEM.B/2023

 Penurunan ASP juga berimbas pada turunnya pembayaran royalti kepada pemerintah yang turun sebesar 35% secara year-on-year (YoY) menjadi US$ 332 juta dari sebelumnya US$ 514 juta pada 2022.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×