kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Kurang dari sebulan, dana kelolaan MNC naik 120%


Selasa, 24 Juli 2012 / 10:22 WIB
ILUSTRASI. Mengenal macam-macam jaringan tumbuhan beserta fungsinya. KONTAN/BAihaki/7/7/2020


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas |

JAKARTA. Dana kelolaan PT MNC Asset Management (MNC-AM) kembali naik menjadi Rp 3,3 triliun per 23 Juli kemarin. Ini merupakan lonjakan 120% dari posisi akhir semester satu lalu. Ketika itu, dana kelolaan MNC-AM anjlok sehingga tinggal Rp 1,5 triliun.

Fund Manager MNC-AM Akbar Sarif menyebut bahwa dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) MNC-AM belakangan ini cenderung fluktuatif.

Dia menerangkan, pada akhir tahun 2011 dana kelolaan masih di posisi Rp 1,1 triliun. Kemudian naik kembali di akhir kuartal pertama menjadi Rp 2,3 triliun. "Hanya sayangnya, posisi dana kelolaan tersebut tidak bertahan karena sampai akhir semester satu malah turun ke Rp 1,5 triliun," kata Akbar, Selasa (24/7).

Akbar mengungkapkan, penurunan dana kelolaan lebih dominan terjadi pada reksadana pasar uang. "Maklumlah karena nasabah reksadana pasar uang kami kebanyakan dari institusi, maka menjelang tutup tengah tahun biasanya ada redemption untuk kewajiban perihal penyusunan laporan keuangan," jelasnya.

Pada awal semester kedua ini, rupanya investor sudah mulai menyusun portfolionya kembali, sehingga masuk lagi.

Akbar bilang, di awal semester kedua ini, nasabah paling banyak masuk ke reksadana pendapatan tetap. "Rupanya banyak yang menjaga posisi dengan mengurangi resiko dengan masuk ke instrumen investasi yang lebih konservatif," tuturnya.

Sepanjang semester pertama kemarin, MNC-AM masih mengandalkan keenam produk lamanya dan belum meluncurkan produk baru. "Kami masih lebih dalam mengembangkan produk-produk lama kami," imbuh Akbar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×