kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kupon SBR002 diprediksi 6,5%-7%


Senin, 28 Maret 2016 / 18:47 WIB


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate secara berturut-turut dalam tiga bulan terakhir diprediksi berimbas terhadap penetapan kupon saving bond ritel (SBR) seri 002.

Analis Capital Asset Management Desmon Silitonga memperkirakan, SBR002 akan menawarkan kupon rendah seiring penurunan BI rate ke level 6,75%. Diprediksi, kupon SBR akan berkisar 6,5%-7%. "Kemungkinan kupon tidak akan berbeda jauh dari posisi BI rate saat ini," tutur Desmon di Jakarta, Senin (28/3).

Asumsi kupon tersebut juga mempertimbangkan tenor yang ditetapkan hanya sepanjang dua tahun. Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan opsi early redemption sehingga kupon tak setinggi SBR001.

Sekadar mengingatkan, seri SBR001 yang diterbitkan pada 2014 lalu memberikan kupon sebesar 8,75% (LPS rate 7,5%+125 bps).

Menurut Desmon, rendahnya kupon akan berimbas terhadap minimnya minat investor. "Sifat instrumen yang tidak dapat ditransaksikan di pasar sekunder juga akan mepengaruhi permintaan sehingga hanya akan berkisar Rp 2 triliun-Rp 5 triliun," tuturnya.

Kendati demikian, SBR masih lebih menarik ketimbang instrumen sejenis seperti deposito. Menurut Desmon, penetapan bunga mengambang akan menguntungkan saat suku bunga LPS naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×