kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Kupon SBR002 diprediksi 6,5%-7%


Senin, 28 Maret 2016 / 18:47 WIB


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate secara berturut-turut dalam tiga bulan terakhir diprediksi berimbas terhadap penetapan kupon saving bond ritel (SBR) seri 002.

Analis Capital Asset Management Desmon Silitonga memperkirakan, SBR002 akan menawarkan kupon rendah seiring penurunan BI rate ke level 6,75%. Diprediksi, kupon SBR akan berkisar 6,5%-7%. "Kemungkinan kupon tidak akan berbeda jauh dari posisi BI rate saat ini," tutur Desmon di Jakarta, Senin (28/3).

Asumsi kupon tersebut juga mempertimbangkan tenor yang ditetapkan hanya sepanjang dua tahun. Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan opsi early redemption sehingga kupon tak setinggi SBR001.

Sekadar mengingatkan, seri SBR001 yang diterbitkan pada 2014 lalu memberikan kupon sebesar 8,75% (LPS rate 7,5%+125 bps).

Menurut Desmon, rendahnya kupon akan berimbas terhadap minimnya minat investor. "Sifat instrumen yang tidak dapat ditransaksikan di pasar sekunder juga akan mepengaruhi permintaan sehingga hanya akan berkisar Rp 2 triliun-Rp 5 triliun," tuturnya.

Kendati demikian, SBR masih lebih menarik ketimbang instrumen sejenis seperti deposito. Menurut Desmon, penetapan bunga mengambang akan menguntungkan saat suku bunga LPS naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×