kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kuartal III-2019, laba Unilever Indonesia turun 24,31%


Kamis, 17 Oktober 2019 / 16:51 WIB

Kuartal III-2019, laba Unilever Indonesia turun 24,31%
Logo Unilever

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di kuartal III-2019 anjlok 24,31% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Dalam laporan keuangan sembilan bulan ini, Unilever Indonesia hanya mencatatkan laba bersih Rp 5,51 triliun. Padahal di kuartal III-2018 membukukan laba Rp 7,28 triliun. 

Dalam laporan keuangannya, penurunan laba tersebut disebabkan oleh penurunan yang signifikan dari penghasilan lain-lain. Pada pos tersebut, Unilever Indonesia hanya mengantongi Rp 2,16 miliar. Turun 99,92% yoy dari perolehan di kuartal III-2019 yang sebesar Rp 2,84 triliun. 

Baca Juga: Unilever bakal rilis es krim seharga Rp 2.000, ini alasannya

Meski sebenarnya total penjualan bersih Unilever masih tumbuh walaupun tipis. Penjualan bersih Unilever tumbuh 2,63% yoy dari Rp 31,53 triliun menjadi Rp 32,36 triliun. Pertumbuhan penjualan bersih tersebut diikuti dengan meningkatnya harga pokok penjualan sebesar 1,34% yoy dari Rp 15,71 triliun menjadi Rp 15,92 triliun. 

Dengan kondisi tersebut, laba bersih per saham dasar juga turun. Pada kuartal III-2019, laba bersih per saham tercatat Rp 722, turun dari kondisi kuartal III-2018 yang tercatat Rp 955. 

Kabar baiknya aset Unilever di kuartal III-2019 masih tumbuh 2,41% sejak awal tahun. Aset Unilever tercatat sebesar Rp 20,81 triliun. 

Sementara itu liabilitas Unilever tercatat sebesar Rp 13,92 triliun atau naik 7,57% sejak awal tahun yang tercatat sebesar Rp 12,94 triliun. 

Baca Juga: Setelah turun 4 hari berturut-turut, saham Unilever (UNVR) naik tipis 0,78%

Meskipun naik, liabilitas Unilever tak setinggi pada awal Januari 2018 yang tercatat sebesar Rp 14,84 triliun. 

Liabilitas Unilever tercatat naik signifikan dari pos liabilitas jangka panjang. Pada kuartal III-2019, liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 2,01 triliun atau naik 20,36% sejak awal tahun. 


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×