kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Konsumen ritel sensitif, harga emas melandai lagi


Selasa, 07 Mei 2013 / 14:13 WIB
ILUSTRASI. Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengungkapkan alasan mengapa ASN dilarang menerima bansos. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga kontrak emas siang ini (7/5) mencatatkan penurunan. Asal tahu saja, data Bloomberg menunjukkan, siang tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat turun sebesar 0,7% menjadi US$ 1.459,60 per troy ounce. Per pukul 14.30 waktu Singapura, kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.462,28 per troy ounce.

Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran Juni turun sebesar 0,5% menjadi US$ 1.461,50 per troy ounce di Comex, New York.

Ada beberapa penyebab yang membuat pergerakan harga emas tertekan. Pertama, harga emas kemarin menanjak ke level tertinggi sejak 15 April lalu. Kedua, kepemilikan emas untuk investasi terus mencatatkan penurunan. Sebagai bukti, kemarin (6/5), kepemilikan emas pada exchange traded products (ETP) turun menjadi 2.254,684 metrik ton, yang merupakan level terendah sejak Oktober 2011.  

"Konsumen ritel sangat sensitif dengan harga. Sehingga, kita tidak bisa berharap pembelian fisik emas akan terus berlangsung, apalagi jika kenaikannya sudah mencapai US$ 100 dari level terendahnya. Mereka yang belum mendapatkan kesempatan pertama, sangat berharap dapat mengambil keuntungan dari penurunan harga emas berikutnya," jelas Feng Liang, analis GF Futures Co.

Pada 3 Mei lalu, harga emas reli ke posisi US$ 1.488,10 per troy ounce, rebound dari level terendahnya dalam dua tahun terakhir di posisi US$ 1.321,95 per troy ounce pada 16 April lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×