kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.028   -111,00   -0,65%
  • IDX 7.207   236,13   3,39%
  • KOMPAS100 996   38,18   3,99%
  • LQ45 727   25,46   3,63%
  • ISSI 257   7,51   3,01%
  • IDX30 396   13,68   3,58%
  • IDXHIDIV20 484   12,04   2,55%
  • IDX80 112   4,06   3,76%
  • IDXV30 133   2,45   1,88%
  • IDXQ30 128   3,80   3,06%

Konsorsium yang diikuti ADRO dapatkan LoI proyek IPP di Jawa Tengah


Rabu, 22 Juni 2011 / 15:41 WIB
ILUSTRASI. 4 Tips cara melamar kerja lewat email yang baik agar lamaran dilirik recruiter.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Konsorsium yang diikuti PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menerima letter of intent (LoI) untuk proyek Independent Power Producer (IPP) bertenaga batubara yang baru di Indonesia.

Anggota konsorsium lainnya adalah dua perusahaan Jepang, yakni Electric Power Development Co. Ltd dan ITOCHU Corporation. Konsorsium mengantongi LoI, pada 17 Juni 2011, setelah melalui proses tender internasional pada April 2011.

Dalam proyek tersebut, JPower-Adaro-Itochu Consortium akan membangun pembangkit listrik bertenaga batubara dengan total kapasitas 2.000 MW di Jawa Tengah. Kapasitas daya listrik tersebut dijual kepada PT Perusahaan Listrik Negara di bawah Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) selama 25 tahun sejak selesainya pembangunan pembangkit lisrik tersebut.

"Proyek ini akan menjadi salah satu IPP terbesar di Asia," ujar Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir, Rabu (22/6).

Dalam waktu dekat JPower-Adaro-Itochu Consortium akan segera menandatangani PJBL. Perseroan juga bakal meneruskan langkah-langkah yang diperlukan, seperti mengeksekusi kontrak EPC, menandatangani perjanjian kredit, serta mendapatkan seluruh persetujuan yang diperlukan dari Pemerintah Indonesia. Operasi komersial dari proyek ini dijadwalkan dimulai pada Februari 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×