kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.805   24,00   0,14%
  • IDX 8.944   10,63   0,12%
  • KOMPAS100 1.232   5,76   0,47%
  • LQ45 871   5,51   0,64%
  • ISSI 324   1,29   0,40%
  • IDX30 443   -0,12   -0,03%
  • IDXHIDIV20 519   3,03   0,59%
  • IDX80 137   0,70   0,51%
  • IDXV30 144   1,20   0,84%
  • IDXQ30 142   0,53   0,37%

Konflik AS–Venezuela Tak Berpengaruh, IHSG Berhasil Cetak All Time High


Senin, 05 Januari 2026 / 22:25 WIB
Konflik AS–Venezuela Tak Berpengaruh, IHSG Berhasil Cetak All Time High
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi pada Senin (5/1/2026). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tancap gas di awal 2026. Bahkan, IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH).

Pada perdagangan Senin (5/1/2026), IHSG melonjak 111,06 poin atau 1,27% menjadi 8.859,19. Investor asing mencatat net buy atau beli bersih Rp 38,87 miliar di seluruh pasar saat IHSG di rekor tertinggi.

Penguatan juga terjadi pada sejumlah indeks regional. Ambil contoh, Indeks bursa saham Jepang, Nikkei225 ditutup menguat 2,97%. Penguatan juga terjadi pada Shanghai Composite Index yang naik 1,38

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan penguatan IHSG dan bursa regional didorong oleh munculnya optimisme pasar terhadap perekonomian Asia. 

“Meskipun investor tetap mencermati dampak aksi militer AS di Venezuela, sembari bersiap menghadapi rilis data ekonomi utama di AS pada pekan ini,” kata dia, Senin (5/1/2026). 

Baca Juga: Meski Lesu, Saham Big Caps LQ45 Masih Punya Peluang Bangkit di 2026

Di dalam negeri, lanjutnya, inflasi Indonesia menunjukkan tanda-tanda [kegiatan pada Desember dengan inflasi utama mencapai level tertinggi dalam 20 bulan sebesar 2,95% dan inflasi inti menembus puncak bulan. 

“Meski keduanya masih berada di dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5%–3,5%, ini membatasi urgensi pengetatan kebijakan,” ucap Nico. 

Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menambahkan, serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela ternyata tidak berdampak signifikan ke pasar modal, tetapi mendorong kenaikan harga mayoritas komoditas logam.

Valdy mencermati penguatan IHSG ditopang oleh saham-saham berbasis komoditas. Tercermin dari indeks IDX sektor bahan baku yang menjadi indeks sektoral dengan kenaikan tertinggi, yakni 2,62% di sepanjang perdagangan.  

Meski begitu, Valdy menyoroti sentimen tersebut membuat nilai tukar rupiah justru tertekan. Pada Senin (5/1/2026), rupiah di pasar spot melemah Rp 15 atau 0,09% menjadi Rp 16.740 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Secara teknikal, indikator MACD membentuk Golden Cross seiring dengan penguatan Stochastic RSI di area pivot. Hal ini juga ditopang oleh kenaikan volume beli,” jelas dia. 

Oleh karena itu, Valdy memprediksi, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 8.000. IHSG diproyeksikan akan menguji level resistance di level 8.900 dan support di level 8.700. 

Secara teknikal, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menjelaskan posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.852–8.905.

Dia memproyeksikan, IHSG akan menguji level support di 8.705 dan 8.584 dengan resistance di 8.822 dan 8.870. Untuk perdagangan Selasa (6/1/2026), MNC Sekuritas rekomendasikan buy on weakness ENRG, PSAB dan WIFI. Lalu spec buy pada saham TPIA. 

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Teknikal Saham TPIA, AMMN, AMRT untuk Selasa (6/1)

Selanjutnya: PMI Manufaktur AS Desember 2025 Melorot, Sinyal Kontraksi 10 Bulan

Menarik Dibaca: 7 Barang di Ruang Tamu yang Sebaiknya Dijauhkan Jika Punya Hewan Peliharaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×