Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
Sementara itu, Senior Equity Analyst Phillip Sekuritas, Helen, menyebut perbaikan kinerja UNVR ke depan akan ditopang oleh membaiknya permintaan, portofolio merek yang seimbang antara segmen mass market dan premium, serta pergeseran fokus ke kategori dengan pertumbuhan tinggi.
Perusahaan juga terus memperluas jangkauan ritel, memperkuat tenaga penjualan, meningkatkan kontribusi program Sahabat Warung, serta mengembangkan kanal Health & Beauty (HABA) dan e-commerce.
Abida menambahkan, program Sahabat Warung terbukti meningkatkan efisiensi distribusi langsung dan menjadi pendorong profitabilitas dari sisi internal.
Baca Juga: Pergerakan IHSG Ditopang Saham Emiten di Papan Pengembangan, Cek Rekomendasi Analis
Meski demikian, UNVR tetap perlu mewaspadai sentimen makro, seperti implementasi mandatori biodiesel B50 yang berpotensi menaikkan harga bahan baku CPO, serta penyesuaian tarif PPN yang dapat memengaruhi daya beli pada segmen produk sensitif harga.
Untuk 2026, Abida memproyeksikan UNVR memasuki fase stabil dengan pertumbuhan laba bersih berkelanjutan sekitar 5,8% secara tahunan (YoY) dan pertumbuhan pendapatan sekitar 2,1% YoY.
Kemampuan perusahaan menjaga margin kotor di kisaran 48% melalui disiplin biaya dan digitalisasi operasional dinilai menjadi kunci pertumbuhan laba yang sehat di tengah tantangan ekonomi.
Dari sisi rekomendasi, Abida merekomendasikan beli saham UNVR dengan target harga Rp 3.200 per saham. Helen memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.900 per saham, sementara Rizal juga merekomendasikan beli dengan target harga Rp 3.100 per saham.
Selanjutnya: BPS: Panen Jagung November 2025 Naik, Proyeksi Kumulatif Capai 2,72 Juta Ha
Menarik Dibaca: Hujan Amat Deras di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (6/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













