kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.873   27,00   0,16%
  • IDX 8.956   19,31   0,22%
  • KOMPAS100 1.237   7,66   0,62%
  • LQ45 873   4,55   0,52%
  • ISSI 326   1,60   0,49%
  • IDX30 442   2,51   0,57%
  • IDXHIDIV20 520   3,34   0,65%
  • IDX80 138   0,91   0,67%
  • IDXV30 145   1,15   0,80%
  • IDXQ30 142   1,14   0,82%

Kinerja Tertekan, Cek Rekomendasi Saham PTBA, INDY dan ITMG, untuk Senin (12/1)


Minggu, 11 Januari 2026 / 18:10 WIB
Kinerja Tertekan, Cek Rekomendasi Saham PTBA, INDY dan ITMG, untuk Senin (12/1)
ILUSTRASI. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) (Dok/CUAN). Emiten sektor batubara mencatat penurunan kinerja sepanjang Januari – September 2025, cermati rekomenasi saham PTBA, INDY dan ITMG.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten sektor batubara mencatat penurunan kinerja sepanjang Januari – September 2025.

Permintaan China hingga harga komoditas menjadi sejumlah faktor yang dapat memperbaiki kinerja sektor ini ke depannya. 

Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten batubara. Simak ulasan lengkap rekomendasi saham sektor batubara.  

1. PT Bukit Asam Tbk (PTBA

PTBA mengantongi pendapatan sebesar Rp 31,33 triliun per kuartal III-2025 atau tumbuh 2% year on year (yoy). Namun, Beban pokok pendapatan terealisasi sebesar Rp 27,8 triliun per kuartal III-2025 atau naik sebesar 11% secara yoy. Sehingga laba bersih merosot 56,25% menjadi sebesar Rp 1,4 triliun. 

Perkembangan perluasan angkutan batubara Tanjung Enim-Keramasan telah mencapai 58%, yang diharapkan dapat memperkuat infrastruktur logistik perusahaan.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham ASII, DRMA, AUTO, BOLT untuk Perdagangan Senin (5/1/2026)

Melalui proyek ini kapasitas angkutan batu bara eksisting PTBA dapat meningkat sebesar 20 juta ton per tahun, sehingga perusahaan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi nasional. 

Rekomendasi: Hold

Target harga: Rp 2.400

Helen, Philip Sekuritas Indonesia dalam risetnya 19 Desember 2025

2. PT Indika Energi Tbk (INDY

Meskipun harga batubara lesu, Kideco terus meningkatkan efisiensi biayanya pada kuartal ketiga tahun 2025, dengan biaya tunai menurun 15% secara tahunan menjadi US$ 44,5/ton.

Peningkatan ini didukung oleh skema royalti baru yang berlaku efektif Mei 2025 (dikurangi dari 28% menjadi 19%) dan rasio pengupasan (stripping ratio/SR) yang lebih rendah sebesar 5,1x (dibandingkan 6,1x), sebagian diimbangi oleh biaya bahan bakar yang lebih tinggi setelah implementasi biodiesel B40. 

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Senin (5/1)

Akibatnya, margin laba kotor Kideco sedikit meningkat menjadi 11,7% (dibandingkan 11,5% pada kuartal ketiga tahun 2024), meskipun laba bersih masih turun 25% secara yoy menjadi US$21 juta, yang mencerminkan lingkungan ASP yang lebih lemah.

Saham INDY disukai karena prospek pertumbuhan yang besar dari segmen emas yang akan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026.

Rekomendasi: Buy 

Target harga: Rp 3.300

Yoga Ahmad Gifari, Sucor Sekuritas dalam risetnya pada 4 November 2025 

 

3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG

ITMG memajukan strategi diversifikasinya melalui ekspansi energi terbarukan dan paparan selektif terhadap rantai nilai nikel.

Hingga kuartal ke-3 tahun 2025, kapasitas energi terbarukan berbasis surya kumulatif yang dikontrak ITMG mencapai 102 megawatt peak (MWp), naik 13% secara quarter on quarter (QoQ), yang menggarisbawahi meningkatnya permintaan akan energi rendah karbondi seluruh operasinya dan klien eksternal. 

Secara paralel, ITMG mengakuisisi 585 juta saham PT Adhi Kartiko Pratama Tbk. (NICE) senilai Rp 256,23 miliar dengan harga Rp 438 per saham, premium dari harga pasar sekitar Rp 410 per saham. Ini memberikan ITMG kepemilikan saham minoritas sebesar 9,62%.

Baca Juga: IHSG Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Rabu (7/1)

Perusahaan mengklarifikasi bahwa pembelian tersebut merupakan investasi langsung yang tidak mengendalikan dan bukan repo, yang dimaksudkan untuk mengamankan paparan strategis jangka panjang terhadap sektor nikel Indonesia sebagai bagian dari pergeseran yang lebih luas menuju aset yang selaras dengan transisi energi. 

Rekomendasi: Buy 

Target harga: Rp 24.300 

Rizal Rafly, Ajaib Sekuritas Asia dalam risetnya pada 12 Desember 2025

Selanjutnya: KPK Bongkar Rente Kuota Haji Tambahan 2024, Potensi Dana Capai Rp 396 Miliar

Menarik Dibaca: Fres & Natural Kolaborasi dengan Vilo Gelato, Tawarkan Wangi Baru untuk Anak Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×