kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.914   44,00   0,25%
  • IDX 5.662   -158,96   -2,73%
  • KOMPAS100 731   -21,13   -2,81%
  • LQ45 557   -15,85   -2,77%
  • ISSI 196   -4,87   -2,42%
  • IDX30 317   -8,35   -2,57%
  • IDXHIDIV20 392   -9,38   -2,34%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 106   -1,97   -1,82%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Kinerja Sarana Menara Nusantara (TOWR) Disokong Segmen Non Menara, Ini Rekomendasinya


Rabu, 03 April 2024 / 19:05 WIB
Kinerja Sarana Menara Nusantara (TOWR) Disokong Segmen Non Menara, Ini Rekomendasinya
ILUSTRASI. Kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berpotensi bertumbuh seiringan dengan pertumbuhan aset non menara.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berpotensi bertumbuh seiringan dengan pertumbuhan aset ke depannya, terutama aset non menara. 

Analis Indo Premier Sekuritas Giovanni Dustin menyampaikan, secara umum capaian kinerja TOWR sepanjang tahun buku 2023 telah memenuhi ekspektasinya. 

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2023, TOWR membukukan pendapatan sebesar Rp 11,74 triliun, naik 6,39% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 11,03 triliun. 

Adapun laba usaha TOWR masih bertumbuh sebesar 1,66% YoY menjadi Rp 6,94 triliun selama 2023. Sebagai pembanding, laba usaha TOWR di 2022 mencapai Rp 6,82 triliun. 

Baca Juga: Kinerja Sektor Infrastruktur Tercatat Naik, Begini Prospek ke Depannya

Namun laba usaha itu harus tergerus oleh biaya keuangan yang membengkak 19,49% menjadi Rp 2,85 triliun. Padahal di tahun sebelumnya, pos biaya keuangan TOWR hanya di Rp 2,39 triliun. 

Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TOWR mencapai Rp 3,25 triliun pada 2023, turun 5,49% YoY dari Rp 3,44 triliun pada 2022.

"Peningkatan peluncuran site organik secara berurutan, serta pertumbuhan pendapatan non-menara yang solid mendukung rating beli terhadap TOWR," jelasnya, Senin (1/4). 

Namun Giovanni menjelaskan ada beberapa risiko negatif yang mungkin menghampiri TOWR ke depannya, adalah rendahnya pertumbuhan sewa dan tekanan pada tarif sewa. 

Adapun Indo Premier Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli TOWR dengan target harga di Rp 1.300 dengan basis penilaian campuran DCF dan EV/EBITDA multiple. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×