kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja reksadana saham paling tertekan sepanjang semester pertama 2021


Minggu, 04 Juli 2021 / 12:17 WIB
Kinerja reksadana saham paling tertekan sepanjang semester pertama 2021
ILUSTRASI. Infovesta 90 Equity Fund Index yang mencerminkan kinerja reksadana saham turun 9,27% di semester pertama 2021.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang paruh pertama tahun ini, kinerja reksadana saham justru mengecewakan. Hal ini tercermin dari kinerja Infovesta 90 Equity Fund Index yang justru terkoreksi 9,27%. Kinerja tersebut jauh lebih buruk dibanding kinerja reksadana campuran (-3,74%), reksadana pendapatan tetap (0,63%), dan reksadana pasar uang (1,68%).

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan, sedikit terjadi anomali pada pasar saham sepanjang semester pertama 2021. Pasalnya, IHSG masih berhasil naik 0,11% sepanjang semester pertama 2021. Kendati begitu, kinerja reksadana saham justru tersungkur dan underperformed

“Kenaikan IHSG pada tahun ini justru didorong oleh saham-saham yang tergolong non-likuid maupun second liner, di mana sahamnya bukan jadi portofolio reksadana saham. Tapi, jika melihat kinerja indeks LQ45 yang sahamnya banyak dijadikan portofolio reksadana saham, selama semester pertama 2021 kan juga terkoreksi 9,63%, jadi sebenarnya sejalan,” kata Wawan kepada Kontan.co.id, Jumat (2/7).

Wawan menilai, sepanjang paruh pertama tahun ini pasar saham memang minim katalis positif. Bahkan pasar saham kerap kali kena sentimen negatif seperti lonjakan kasus Covid-19 maupun ketidakpastian di pasar global. Tak mengherankan jika pada akhirnya kinerja reksadana saham pun belum mampu optimal.

Baca Juga: Berikut kinerja terbaik reksadana sepanjang paruh pertama tahun ini

Sementara untuk kinerja reksadana pendapatan tetap yang tercermin dari Infovesta 90 Fixed Income Index juga hanya tumbuh 0,63%. Wawan mengatakan, tekanan pada pasar obligasi pada kuartal pertama 2021 jadi pemberat kinerja reksadana pendapatan tetap. Saat itu, yield US Treasury naik drastis yang pada akhirnya membuat yield SBN ikut bergerak naik dan membuat harga terkoreksi.

Walau begitu, kembali stabilnya yield US Treasury dan melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) pada kuartal kedua 2021 membuat kinerja reksadana pendapatan tetap membaik.

Dengan adanya pemberat pada kinerja reksadana saham, campuran, maupun pendapatan tetap, praktis reksadana uang menjadi reksadana dengan kinerja paling baik pada paruh pertama di tahun ini. Adapun, Infovesta 90 Money Market Fund Index berhasil mencatatkan pertumbuhan 1,68%.

“Kinerja reksadana pasar uang sejauh ini on track menuju 3,5% pada akhir tahun nanti, artinya akan berhasil mengalahkan deposito yang sekitar 3%. Perlu diingat depostito itu masih gross, sementara reksadana pasar uang sudah net, jadi angka tersebut sudah bagus dalam kondisi saat ini,” imbuh Wawan.

Baca Juga: Saham Yang Baru Masuk Indeks Sri-Kehati Layak Dilirik




TERBARU

[X]
×