kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kinerja Pakuwon Jati (PWON) di semester dua masih bergantung pada recurring income


Kamis, 22 Agustus 2019 / 07:05 WIB

Kinerja Pakuwon Jati (PWON) di semester dua masih bergantung pada recurring income

Analis Kresna Sekuritas Franky Rivan menyebutkan hal lain yang menyebabkan PWON masih menarik untuk dilirik. Ia bilang PWON memiliki exposure yang sangat besar di luar Jabodetabek. 

Bagi Franky, Surabaya menjadi kota yang memiliki apresiasi properti yang cukup lumayan. “Dari pricing appreciation disana mestinya bisa dapat premium dan marginnya masih bagus,” jelas Franky.

Selain itu, Franky juga mengatakan tentang pendongkrak dari kinerja PWON berasal dari kemampuan PWON untuk repricing rent produk mereka. Ia menilai GDP yang masih bertumbuh, repricing power nya juga cukup tinggi. 

“Jadi ketika reprice nya bisa sejajar dengan inflasi atau lebih tinggi dari inflasi, itu adalah salah satu pendongkrak bagi Pakuwon,” jelas Franky.

Baca Juga: Hindari Segmen Perkantoran, Ini Strategi Pakuwon (PWON) dan Ciputra (CTRA)

Saat ini, Franky berpendapat bahwa proyek yang masih bagus untuk PWON ialah proyek pembangunan Mall. Hal ini dikarenakan bisa menambah reccuring income yang dimiliki oleh PWON sendiri. Untuk di sektor perumahan, ia bilang PWON lebih banyak berfokus pada apartemen dan beberapa landed house di Surabaya.

Franky menilai masih ada penghambat yang bisa mempengaruhi kinerja PWON di tahun ini. Penghambatnya antara lain penjualan properti PWON. Menurutnya, pada semester satu penjualan properti dari PWON sendiri masih minim. “Ada resiko ketika launchin-launching dari mereka yang kurang bagus,” jelas Franky.

Untuk saham PWON, Franky masih merekomendasikan buy dengan target harga Rp 740. Alasannya, performa PWON dinilai masih baik dengan recurring income yang cukup besar sehingga dapat membuat stabil kinerja keuangannya. 

Selain itu, ada juga resiko yang perlu diperhatikan yaitu kenaikan suku bunga yang bisa melebihi ekspetasi dan lambatnya mengantisipasi pertumbuhan PDB nasional.

Baca Juga: Sepanjang kuartal II BI catat volume penjualan properti terkontraksi 15,79%

Sependapat, Adi juga merekomendasikan buy untuk PWON dengan target harga Rp 800. Selain alasan reccuring income, ia juga optimis bahwa proyek baru yang akan di launching pada tahun ini dapat menambah inventaris penjualan. 

Nafan juga memberi rekomendasi dengan target Rp 700. Alasannya, secara teknikal indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area positif.

Hingga akhir tahun Trimegah menargetkan pendapatan PWON di akhir tahun Rp 7,04 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 3,99 triliun. Sedangkan Kresna menargetkan pendapatan PWON hingga penghujung tahun 2019 mencapai Rp 7,08 triliun dengan laba bersih Rp 4,05 triliun.


Reporter: Adrianus Octaviano
Editor: Yoyok

Video Pilihan


Close [X]
×