Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk baru saja mengumumkan laporan keuangan. Segmen teknologi finansial (fintech) menjadi salah satu penopang pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2025.
Penopang utama segmen fintech dari bisnis pinjaman konsumen yang terus berkembang seiring meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan digital di dalam ekosistem perusahaan.
Dalam laporan kinerja tahun buku 2025, Rabu (11/3), manajemen GOTO menyebut, nilai buku pinjaman konsumen (outstanding loan) hingga Desember 2025 mencapai Rp 8,8 triliun. Sejalan dengan target perseroan ini yang membidik ekspansi pinjaman konsumen lebih dari Rp 8 triliun hingga akhir tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut tergolong agresif. Outstanding loan sebesar Rp 8,8 triliun itu meningkat 68% secara tahunan alias year on year (yoy). Seirin ekspansi penyaluran pinjaman, pendapatan dari bisnis lending juga melonjak 95% yoy menjadi Rp 3,8 triliun.
Pertumbuhan pinjaman tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin. Meski ekspansi berlangsung cepat, kualitas kredit diklaim tetap terjaga seiring penerapan manajemen risiko yang ketat.
Baca Juga: Berapa Kontribusi Cuan Tokopedia ke Keuangan GOTO di 2025?
Di sisi lain, pengembangan bisnis pinjaman juga ditopang oleh proses underwriting berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta pemanfaatan data dari ekosistem perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan penilaian kredit dilakukan lebih presisi sehingga kualitas aset tetap terjaga.
Ekspansi bisnis pinjaman GoTo diperkirakan masih berlanjut pada tahun 2026 dan berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan. Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo mengatakan, pertumbuhan laba diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis fintech dan on demand services pada tahun ini.
“Untuk on demand services, kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik,” ujar Hans, dalam keterangannya, Kamis (12/3).
GOTO akan tetap fokus menghadirkan solusi yang relevan bagi berbagai segmen konsumen. Sembari terus berinvestasi pada kapabilitas utama yang mendukung pengembangan layanan tersebut.
Sepanjang 2025, lini fintech mencatatkan pendapatan bersih Rp 5,8 triliun atau tumbuh 62% yoy. Dari sisi profitabilitas, segmen ini juga mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp 497 miliar. Kinerja ini berbalik dari posisi rugi EBITDA sebesar Rp 467 miliar pada 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













