Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) untuk mengakuisisi fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) telah memasuki babak akhir dalam proses transaksi.
Adapun Fasilitas yang berlokasi di kawasan Cikarang tersebut berdiri di atas lahan sekitar 1,5 hektare dengan kapasitas pemotongan hingga 15.000 ekor ayam per hari.
Dari sisi perizinan, fasilitas RPA tersebut telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi serta sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 16.901 Per Dolar AS Tengah Hari Ini (12/3), Mayoritas Asia Turun
Direktur Utama Dewi Shri Farmindo Fajar Junus menjelaskan akuisisi ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat integrasi bisnis dari hulu hingga hilir di industri perunggasan.
Menurutnya, kepemilikan fasilitas RPA akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka peluang diversifikasi usaha melalui pengolahan produk unggas bernilai tambah.
“Dengan fasilitas ini, proses pemotongan dan pengolahan ayam dapat dilakukan secara lebih terstandarisasi, higienis, serta memenuhi ketentuan keamanan pangan,” katanya, Kamis (12/3/2026).
Fajar bilang pihaknya juga berencana mengembangkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari area penirisan ayam, fasilitas pembersihan, cold storage, blast freezer, mesin marinasi, chiller hingga fasilitas processing.
DEWI juga menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan frozen food yang akan memanfaatkan pasokan bahan baku dari fasilitas RPA tersebut.
Baca Juga: Eskalasi Geopolitik Kembali Memanas, Harga Minyak Berpotensi Menuju US$ 100 per Barel
Fajar berharap kehadiran pabrik tersebut dapat memperluas portofolio produk perseroan, khususnya pada segmen ayam olahan beku yang permintaannya terus meningkat di pasar domestik.
“Langkah hilirisasi ini berpotensi meningkatkan nilai tambah produk sekitar 10% hingga 20% dibandingkan jika DEWI hanya menjual karkas ayam,” jelasnya.
Fajar menyebut pengembangan fasilitas ini juga sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui penyediaan produk protein hewani.
“Kami berharap akuisisi serta pengembangan fasilitas tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan melalui diversifikasi produk sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













