Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). IHSG terkoreksi 0,37% ke level 7.362,12 setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, tekanan terhadap IHSG antara lain berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah.
“Kenaikan harga minyak mentah kembali menjadi faktor negatif bagi pasar,” katanya kepada Kontan, Kamis (12/3/2026).
Kenaikan harga minyak tersebut dipicu laporan serangan terhadap sejumlah kapal tanker di sekitar kawasan Timur Tengah yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas pada Jumat (6/3), Ini Rekomendasi Analis
Kondisi ini muncul tidak lama setelah International Energy Agency (IEA) mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala besar. Namun, belum adanya tanda-tanda de-eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia membuat harga minyak tetap bertahan tinggi.
Hingga Kamis sore (12/3/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat menguat di atas level US$92 per barel, sementara minyak Brent naik hingga di atas US$97 per barel.
Kenaikan harga minyak tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi peningkatan inflasi global serta risiko perlambatan ekonomi.
Dari sisi domestik, lonjakan harga minyak juga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta defisit neraca perdagangan migas.
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut menekan sentimen pasar. Pada perdagangan Kamis (12/3/2026), rupiah tercatat berada di level Rp 16.885 per dolar Amerika Serikat.
Baca Juga: Koreksi IHSG Jadi Peluang Akumulasi Saham Fundamental, Ini Rekomendasi Analis
Secara sektoral, sektor cyclical mencatatkan pelemahan terbesar pada perdagangan Kamis (12/3/2026), sementara sektor transportasi menjadi sektor yang mencatatkan penguatan paling tinggi.
Secara teknikal, Alrich memperkirakan IHSG masih akan bergerak sideways dalam jangka pendek seiring meningkatnya ketidakpastian global menjelang periode libur panjang. “IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 7.250 hingga 7.400,” jelasnya.
Ia menambahkan level resistance IHSG berada di 7.450 dengan pivot di level 7.350 dan support di kisaran 7.250.













