Reporter: Yuliana Hema | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengelola jaringan ritel MR DIY, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada kuartal-I 2026 di tengah laju industri ritel nasional yang cenderung moderat.
Berdasarkan data Bank Indonesia, penjualan eceran nasional tumbuh 3,4% secara tahunan pada Maret 2026. Sejumlah kelompok barang bahkan masih mencatatkan kontraksi, seperti alat informasi dan komunikasi, perlengkapan rumah tangga, serta sandang.
Di tengah kondisi tersebut, MDIY membukukan pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun pada kuartal I-2026 atau meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Melemah pada Senin (22/6), Ini Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas
Jumlah transaksi MDIY juga mencapai 29,5 juta transaksi sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, naik 28,8% secara tahunan.
Equity Analyst Ajaib Sekuritas Alvin Timothy Murthi mengatakan kinerja MDIY ditopang oleh strategi ekspansi yang konsisten serta proposisi nilai yang ditawarkan kepada konsumen.
"Kemampuan MDIY melampaui pertumbuhan industri ditopang disiplin ekspansi serta value proposition yang kuat melalui produk terjangkau dan aksesibilitas toko yang luas," kata Alvin dalam catatannya, Senin (22/6).
Menurutnya, jaringan toko yang tersebar luas menjadi salah satu keunggulan utama MDIY dalam menjangkau konsumen di berbagai daerah. Hingga akhir Maret 2026, MDIY tercatat memiliki 1.258 gerai yang tersebar di 432 kota dan kabupaten di Indonesia.
Selain mendorong pertumbuhan pendapatan, ekspansi juga diikuti peningkatan profitabilitas. MDIY membukukan laba bersih sebesar Rp 306,5 miliar pada kuartal I 2026 atau meningkat 35,5% secara tahunan.
"MDIY tidak hanya mencatatkan pertumbuhan laba, tetapi juga menghasilkan arus kas operasional yang kuat sehingga ekspansi gerai masih cukup feasible untuk dilanjutkan," kata Alvin.
Pada kuartal I 2026, arus kas dari aktivitas operasi MDIY mencapai Rp 1,06 triliun atau meningkat 3,5 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di saat bersamaan, MDIY juga melakukan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 298,3 miliar sebagai bagian dari upaya menurunkan tingkat leverage.
Menurut Alvin, rasio utang yang relatif rendah memberikan fleksibilitas bagi MDIY untuk mendanai ekspansi sekaligus menjaga daya saing harga di tengah persaingan industri ritel.
"Dengan rasio utang yang rendah dan arus kas yang kuat, MDIY memiliki ruang untuk mendukung pertumbuhan sekaligus mempertahankan proposisi harga yang kompetitif," tutupnya.
Baca Juga: Esa Medika Mandiri (EMMI) Incar Rp 269 Miliar Lewat IPO
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













