kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Kinerja keuangan di sektor perbankan mengkilau, batubara dan pertanian tertekan


Minggu, 04 Agustus 2019 / 16:42 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Noverius Laoli

Sebelumnya, Kepala Riset Infovesta Utama Wawan Hendrayana juga telah menjelaskan kepada Kontan bahwa tekanan di sektor pertambangan disebabkan oleh penurunan harga batubara. 

Baca Juga: Harga Batubara Makin Melemah, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham Indika (INDY)

"Kalau sektor komoditas, batubara yang jatuh, hampir semua negatif kecuali Medco karena lebih ke minyak," jelas dia, pekan lalu. 

Sebagai gambaran Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan pendapatan bersih sebesar US$ 625,56 juta alias naik 9,37% yoy. Sejalan dengan itu, laba Medco juga ikut naik 33,56% menjadi US$ 34,01 juta. 

Kepala Riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hady menjelaskan tekanan harga pada batubara merupakan dampak dari perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

Baca Juga: Kinerja Grup Astra (ASII) Longsor Terseret Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit

Sebab kondisi tersebut membuat manufaktur di Tiongkok melambat sehingga konsumsi listrik di negara tirai bambu  tersebut turun. 

"Mengingat Tiongkok masih menjadi importir terbesar batubara di kawasan Asia untuk memenuhi kebutuhan PLTUnya," ujar dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×