kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Kinerja IHSG terbaik kedua di Asia Pasifik


Sabtu, 31 Desember 2016 / 15:24 WIB


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang menutup tahun 2016 kurang manis. Pada perdagangan hari terakhir tahun ini, IHSG ditutup 5.296,71, melemah 0,11% dari hari sebelumnya.

Namun, sepanjang tahun ini, IHSG tumbuh 15,32%, tertinggi kelima di antara bursa-bursa utama dunia sekaligus menjadi paling tinggi kedua di kawasan Asia Pasifik, setelah Thailand.

Rata-rata nilai transaksi harian tahun ini mencapai Rp 7,5 triliun, naik 30% ketimbang tahun lalu dan melebihi target Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 6,6 triliun.

Sementara nilai kapitalisasi pasar Rp 5.759 triliun, naik 18,8% dibanding akhir 2015. Jumlah dana yang dihimpun dari pasar modal juga mencatat rekor baru sepanjang sejarah: Rp 674,39 triliun, naik dari tahun lalu Rp 473 triliun. Namun, masih ada sejumlah pekerjaan rumah besar yang menanti otoritas pasar modal tahun depan.

Darmin Nasution, Menko Koordinator Bidang Perekonomian, yang menutup perdagangan pasar kemarin menyoroti jumlah emiten baru tahun ini yang cuma 16 emiten.

Itu yang terendah dalam 7 tahun terakhir. "Selain membaca berita bagus, kita harus berani baca berita tak bagus. Salah satunya adalah soal jumlah emiten yang masih sedikit," ujar dia.

Selain mendongkrak jumlah emiten baru, BEI harus mampu meningkatkan good corporate governance (GCG) emiten, yang menjadi tanda integritas pasar modal kita.

Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, membidik 30 emiten baru yang bisa masuk bursa pada 2017. BEI pun segera merealisasikan relaksasi transaksi margin, sehingga bisa mendorong aktivitas perdagangan. Alhasil, rata-rata nilai transaksi harian bisa mencapai Rp 8 triliun.

Kiswoyo Adi Joe, Analis Recapital Securities, memprediksi, ekonomi Indonesia tahun depan akan tumbuh. Konsumsi domestik dan proyek infrastruktur jadi penggerak utama pertumbuhan.

"Tapi, ada tantangan dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunga hingga tiga kali," ujar dia yang memproyeksi, IHSG menyentuh 5.700–6.000 pada 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×