kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -12.000   -0,46%
  • USD/IDR 18.083   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.091   -39,20   -0,64%
  • KOMPAS100 796   -3,58   -0,45%
  • LQ45 607   -1,51   -0,25%
  • ISSI 210   -1,41   -0,67%
  • IDX30 341   -0,73   -0,21%
  • IDXHIDIV20 422   -0,86   -0,20%
  • IDX80 91   -0,33   -0,36%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Kinerja IDX Value30 Ungguli IHSG Dalam Sebulan Terakhir, Ini Sebabnya


Rabu, 29 Juli 2026 / 18:47 WIB
Kinerja IDX Value30 Ungguli IHSG Dalam Sebulan Terakhir, Ini Sebabnya
ILUSTRASI. BEI IDX - kontan adv online (IDX/ADV)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arah pasar saham masih sulit diprediksi di tengah berbagai tantangan yang ada. Di tengah kondisi tersebut, kinerja IDX Value30 yang berisi saham-saham bervaluasi rendah dengan likuiditas dan kinerja keuangan yang baik mampu mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mengutip Google Finance, IDX Value30 mampu tumbuh 6,36% dalam sebulan terakhir ke level 115,33 per Rabu (29/7/2026). Capaian ini lebih tinggi dibandingkan IHSG yang menguat 4,65% dalam periode yang sama.

Namun dihitung sejak awal tahun, IDX Value30 terkoreksi 17,75% year to date (ytd). Hasil ini pun masih lebih baik ketimbang kinerja IHSG yang sudah terkoreksi 30,37% ytd sejak awal tahun.

Baca Juga: Indeks Saham Syariah Bangkit dari Tekanan, Sektor Energi dan Komoditas Jadi Penggerak

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan, IDX Value30 mampu outperform karena mayoritas risiko sudah tercermin dari harga saham setelah koreksi panjang yang berlangsung sejak awal tahun. Alhasil, potensi peningkatan dari level bawah ke level atas jauh lebih asimetris.

Abida juga menyebut, rotasi dana dari saham bertema pertumbuhan cepat (growth) ke saham bertema valuasi adalah respons alami ketika ketidakpastian makro mereda secara parsial, mengingat terdapat tawaran margin of safety yang lebih baik dibandingkan saham-saham growth yang masih bervaluasi premium.

“Investor institusi domestik mulai mengakumulasi saham-saham big caps perbankan dan konsumer yang sudah terdiskon sangat dalam, sehingga menjadi konfirmasi berbaliknya sentimen yang lebih terstruktur,” ujar dia, Rabu (29/7/2026).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan, penguatan IDX Value30 dalam satu bulan terakhir lebih mencerminkan proses normalisasi valuasi setelah saham yang bersangkutan turun cukup dalam. Hal ini didukung oleh membaiknya selera risiko investor dan ekspektasi pemulihan kinerja emiten yang menjadi konstituen indeks tersebut.

Pada masa mendatang, peluang berlanjutnya kinerja outperform IDX Value30 masih cukup terbuka. Terutama jika didukung oleh laporan keuangan yang solid, stabilitas makroekonomi, serta kembalinya aliran dana asing.

Baca Juga: GoTo Pertahankan Target EBITDA Meski Komisi Ojol Turun

Sedangkan menurut Abida, tren penguatan IDX Value30 dapat berlanjut selama ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada semester I-2026 tetap kuat dan pergerakan rupiah stabil. Daya tarik saham-saham di indeks ini juga meningkat di mata para investor, termasuk investor asing, seiring yield dividen yang kompetitif.

Tak hanya itu, risiko penurunan saham-saham di IDX Value30 di atas kertas juga tidak sebesar indeks utama lainnya. Walau begitu, indeks ini tetap tidak kebal dari tekanan jual sistemis jika eskalasi konflik geopolitik dan krisis ekonomi kembali terjadi.

Saham yang Jadi Penyokong

Abida memperkirakan, saham-saham perbankan besar bakal kembali menjadi tulang punggung IDX Value30 berkat price to book value (PBV) terendah dalam lima tahun. Selain itu, saham-saham konsumer defensif seperti ICBP dan INDF juga punya daya tarik kuat seiring adanya kemampuan menaikkan harga produk tanpa kehilangan banyak pelanggan.

Tak hanya itu, saham ANTM juga berpotensi menjadi unggulan di IDX Value30 berkat eksposur harga emas yang masih di atas level US$ 4.000 per ons troi. 

Lantas, Abida merekomendasikan beli saham BMRI dan BBCA sebagai jangkar di sektor perbankan dengan target harga masing-masing Rp 6.200 per saham dan Rp 8.600 per saham.

Dia juga merekomendasikan beli saham ICBP dengan target harga di level Rp 11.500 per saham sebagai pilihan sektor konsumer defensif yang kuat.

Baca Juga: GoTo Gojek (GOTO) Bukukan Laba Bersih Rp 607,48 Miliar pada Semester I-2026

Saham ANTM turut direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.900 per saham terkait dukungan harga emas. Ada pula saham ASII disarankan beli dengan target harga Rp 6.850 per saham berkat yield dividen lebih dari 6% sekaligus pilihan saham konglomerasi paling defensif.

“Strategi terbaik adalah akumulasi bertahap selama 1—2 bulan dan prioritaskan emiten dengan yield dividen di atas 5% sebagai bantalan pendapatan (income buffer),” imbuh dia.

Di lain pihak, Nafan mengingatkan bahwa investor tetap perlu bersifat selektif dalam memilih saham-saham di IDX Value30. Sebab, tidak semua saham berlabel valuasi murah otomatis memiliki prospek fundamental seragam.

“Fokus sebaiknya diarahkan pada emiten yang tidak hanya murah secara valuasi, tetapi juga memiliki fundamental yang kuat dan katalis pertumbuhan yang jelas,” kata Nafan, Rabu (29/7/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×