CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.564   35,00   0,20%
  • IDX 6.601   -77,20   -1,16%
  • KOMPAS100 868   -9,09   -1,04%
  • LQ45 656   -7,83   -1,18%
  • ISSI 231   -3,12   -1,33%
  • IDX30 365   -4,30   -1,16%
  • IDXHIDIV20 453   -4,14   -0,90%
  • IDX80 99   -0,97   -0,97%
  • IDXV30 126   -0,78   -0,61%
  • IDXQ30 117   -1,40   -1,18%

Kinerja Hermina (HEAL) Berpeluang Pulih di Semester II, Begini Prospek Sahamnya


Kamis, 10 September 2026 / 14:30 WIB
Kinerja Hermina (HEAL) Berpeluang Pulih di Semester II, Begini Prospek Sahamnya
ILUSTRASI. Hermina (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja keuangan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) diproyeksikan mulai membaik pada semester kedua tahun 2026, didorong oleh faktor musiman dan ekspansi kapasitas layanan.

Langkah emiten pengelola jaringan Rumah Sakit Hermina ini memperluas portofolio pasien non-BPJS dan sinergi bersama Grup Astra turut memperkuat prospek bisnis jangka panjang perusahaan.  

Untuk semester kedua 2026, manajemen HEAL memperkirakan bisnis rumah sakit akan terus tumbuh dan mempertahankan panduan pertumbuhan pendapatan dua digit untuk tahun fiskal 2026. 

Baca Juga: Harga Emas Kembali di Atas US$4.400, Ini Level Support dan Targetnya

Pada paruh pertama tahun ini, pendapatan HEAL tercatat naik 6,5% secara tahunan menjadi Rp 3,6 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama disokong oleh segmen rawat inap yang melonjak 11,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp 2,25 triliun.

Sementara itu, pendapatan dari segmen rawat jalan tumbuh tipis 1,9% YoY menjadi Rp 1,27 triliun.  Namun, laba bersih emiten rumah sakit ini terkoreksi 14,1% YoY menjadi Rp 193 miliar. 

Penurunan laba bersih dipicu oleh membengkaknya beban biaya tetap akibat ekspansi agresif perseroan dalam beberapa tahun terakhir.  

Analis Maybank Sekuritas Indonesia Paulina Margareta menilai dinamika operasional perseroan mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap. "Secara keseluruhan, kami meyakini bahwa pemulihan operasional semakin terlihat jelas, khususnya pada layanan rawat inap, namun profitabilitas masih tertinggal akibat tingginya biaya tetap," tulis Paulina dalam risetnya (6/8/2026). 

Untuk mendorong kinerja, perusahaan saat ini sedang melakukan ekspansi kapasitas di beberapa rumah sakit, termasuk Lampung, Bogor, dan Arcamanik. 

Perusahaan ini mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,3 triliun yang difokuskan pada pengembangan layanan non-BPJS melalui Centers of Excellence. 

Pengembangan fasilitas medis lanjutan ini meliputi spesialisasi onkologi, perawatan terpadu, stroke, fertilitas, hingga ortopedi. 

Selain itu, HEAL juga membidik penambahan dokter spesialis serta peningkatan intensitas kasus perawatan. Untuk pasien non-BPJS, strategi pemasaran dipertajam dengan mengincar klien korporasi dan penyedia asuransi.  

Baca Juga: Gudang Garam (GGRM) Buka Peluang Akan Bagi Dividen Lagi

Di sisi lain, kolaborasi strategis antara HEAL dan Grup Astra dilaporkan mulai menunjukkan momentum yang menggembirakan. Saat ini kerja sama tersebut telah berkontribusi sekitar 3% terhadap total pendapatan perseroan. 

Layanan medical check-up (MCU) menjadi pendorong utama pertumbuhan berkat rujukan dari jaringan perusahaan Grup Astra. Ke depan, potensi pendapatan berpeluang terus meningkat lewat perawatan lanjutan dan prosedur medis lainnya. 

Manajemen HEAL juga menargetkan porsi pendapatan yang lebih seimbang antara pasien BPJS dan non-BPJS dalam jangka menengah. 

Target komposisi tersebut diproyeksikan mencapai 55% untuk segmen non-BPJS dan 45% untuk segmen BPJS.  

Analis OCBC Sekuritas Jessica Leonardy melihat kinerja perseroan pada kuartal ketiga akan membaik seiring dengan peningkatan hari kerja efektif. 

Momentum positif ini dikonfirmasi oleh tren volume pasien pada bulan Juli yang tetap solid. 

"Kami tetap memandang positif prospek pertumbuhan jangka panjang HEAL, yang didukung oleh ketahanan jumlah penerimaan pasien rawat inap serta pemulihan kunjungan pasien rawat jalan yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pendapatan," kata Jessica dalam risetnya, (21/8/2026). 

Secara keseluruhan, Jessica memproyeksikan pendapatan HEAL sepanjang tahun 2026 mampu tumbuh 10% YoY. Proyeksi ini ditopang oleh kenaikan pendapatan rawat inap sebesar 10,8% YoY dan rawat jalan sebesar 6,3% YoY. 

Dari sisi regulasi, potensi penyuntikan dana Rp 20 triliun dari pemerintah untuk BPJS dinilai positif bagi likuiditas pembayaran rumah sakit.  Rencana penerapan skema Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) juga dipandang membuka peluang optimalisasi tarif bauran layanan.

Baca Juga: Masuki Puncak Ekspansi, Capex Vale Indonesia (INCO) Capai US$ 1,1 Miliar pada 2027

Untuk itu, Paulina merekomendasikan buy saham HEAL dengan target harga Rp 1.050 per saham. Sementara itu, Jessica merekomendasikan buy saham HEAL dengan target harga Rp 900 per saham.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×