CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.563   34,00   0,19%
  • IDX 6.619   -59,34   -0,89%
  • KOMPAS100 871   -6,02   -0,69%
  • LQ45 658   -6,02   -0,91%
  • ISSI 232   -2,09   -0,89%
  • IDX30 366   -3,73   -1,01%
  • IDXHIDIV20 454   -3,22   -0,70%
  • IDX80 99   -0,65   -0,65%
  • IDXV30 127   -0,49   -0,39%
  • IDXQ30 117   -1,13   -0,96%

Harga Emas Kembali di Atas US$4.400, Ini Level Support dan Targetnya


Kamis, 10 September 2026 / 14:24 WIB
Harga Emas Kembali di Atas US$4.400, Ini Level Support dan Targetnya
ILUSTRASI. Harga emas kembali bergerak di atas level US$ 4.400 per ons troi pada perdagangan Kamis (10/9). Penguatan tersebut terjadi ketika dolar AS melemah (REUTERS/Francis Kokoroko)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas kembali bergerak di atas level US$ 4.400 per ons troi pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Penguatan tersebut terjadi ketika dolar AS melemah dan investor mencermati perkembangan geopolitik serta menunggu sejumlah indikator inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Trading Economics pada Kamis (10/9/2026) pukul 14.04 WIB, harga emas berada di level US$ 4.415 per ons troi, naik 0,39% secara harian. Namun, dalam sepekan harga emas masih terkoreksi 1,34%, sedangkan secara bulanan tercatat menguat 0,99%.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan harga emas secara teknikal pada time frame harian masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Pergerakan tersebut berpotensi membentuk pola double bottom yang membuka ruang kenaikan menuju area resistance terdekat.

“Pada time frame Daily, saat ini harga berpotensi bergerak naik membentuk pola double bottom dan bergerak menuju resistance terdekat di harga 4.479 hingga 4.510,” ujar Geraldo dalam analisisnya, Kamis (10/9/2026).

Menurut Geraldo, area US$ 4.366-US$ 4.340 menjadi support penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Selama harga emas mampu bertahan di atas area tersebut, struktur pergerakan harga masih menunjukkan kecenderungan positif.

Baca Juga: Gudang Garam (GGRM) Buka Peluang Akan Bagi Dividen Lagi

Pola double bottom sendiri dapat menjadi indikasi pembalikan arah setelah harga mengalami tekanan. Apabila pola tersebut terkonfirmasi, momentum pembelian berpotensi kembali meningkat dan membawa harga emas menuju resistance US$ 4.479-US$ 4.510.

Sentimen Fundamental Harga Emas

Dari sisi fundamental, harga emas masih memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

Harga emas kembali berada di atas US$ 4.400 per ons troi ketika investor menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Data tersebut menjadi perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Namun, kenaikan harga minyak menjadi salah satu sentimen yang berpotensi membatasi penguatan emas. Harga minyak bergerak ke level tertinggi dalam beberapa bulan seiring meningkatnya ketegangan konflik AS-Iran.

Kenaikan harga minyak tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi ini pada akhirnya dapat memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level tinggi dalam jangka pendek.

Selain itu, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi juga berpotensi menahan laju kenaikan harga emas. Peningkatan yield membuat aset berbunga menjadi relatif lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Menanti Data PPI dan CPI AS

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data Producer Price Index (PPI) AS yang dijadwalkan dirilis Kamis, kemudian disusul data Consumer Price Index (CPI) pada Jumat.

Baca Juga: Masuki Puncak Ekspansi, Capex Vale Indonesia (INCO) Capai US$ 1,1 Miliar pada 2027

Kedua indikator tersebut menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed dalam pertemuan kebijakan moneter pada 15-16 September mendatang.

Apabila data inflasi AS menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi terhadap suku bunga tinggi berpotensi kembali meningkat. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga emas.

Sebaliknya, apabila inflasi AS lebih rendah dari perkiraan, peluang pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin terbuka. Ekspektasi tersebut berpotensi memberikan katalis positif bagi harga emas karena menekan daya tarik aset berbunga dan dolar AS.

Secara teknikal, selama support US$ 4.366-US$ 4.340 mampu dipertahankan, prospek harga emas masih cenderung bullish. Jika momentum pembelian berlanjut, emas berpeluang menguji resistance di US$ 4.479-US$ 4.510.

Dengan demikian, pergerakan dolar AS dan respons pasar terhadap data inflasi AS akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga emas dalam jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×