kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja Emiten Rumah Sakit Diproyeksi Positif, Cermati Rekomendasi Analis


Selasa, 16 April 2024 / 12:29 WIB
Kinerja Emiten Rumah Sakit Diproyeksi Positif, Cermati Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Suasana rumah sakit Mitra Keluarga di Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020). Kinerja Emiten Rumah Sakit Diproyeksi Positif, Cermati Rekomendasi Analis


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja emiten rumah sakit mencatatkan hasil semakin semakin sehat. Mereka mulai mencatatkan perbaikan kinerja.

Tengok saja kinerja PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Salah satu emiten Grup Lippo ini mengantongi laba bersih Rp 1,21 triliun tahun lalu. 

Pencapaian ini melonjak 73,91% dari laba tahun 2022 yang sebesar Rp 696,49 miliar. Hasil ini salah satunya berkat kenaikan pendapatan SILO mencapai 17,57%, menjadi Rp 11,19 triliun.

Begitu pula PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang mencatat kenaikan laba ke entitas induk 46,6% tahun lalu yang sebesar Rp 437,3 miliar. Selaras, pendapatan HEAL juga naik 16,3% di 2023 sebesar Rp 5,7 triliun.

Baca Juga: Begini Jurus Jaya Konstruksi (JKON) Menggenjot Perolehan Kontrak Baru

Tak mau kalah, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatat kenaikan pendapatan 5,33% tahun lalu menjadi Rp 4,26 triliun. Tahun 2022, pendapatan MIKA tercatat senilai Rp 4,04 triliun.

Namun kenaikan beban menyebabkan laba MIKA tergerus 8,87% di periode 2023, yakni menjadi sebesar Rp 916,13 miliar. Padahal di tahun 2022 laba MIKA masih berada di Rp 1 triliun.

Sedangkan pendapatan PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ), pengelola rumahsakit Mayapada sejatinya melonjak 29,2% tahun lalu menjadai Rp 2,5 triliun. 

Baca Juga: Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Bidik Pertumbuhan Kinerja 15%

Namun adanya beban bunga tahun lalu membuat emiten ini masih mencatat kerugian ke entitas induk Rp 38,49 miliar di 2023. Kerugian itu menyusut 13,13% dari periode 2022 yang sebesar Rp 44,31 miliar.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, secara top line kinerja emiten rumah sakit sudah sesuai ekspektasi. Tapi secara bottom line masih ada di bawah ekspektasi.

Secara kinerja, SILO dan HEAL yang paling menarik. "MIKA masih di bawah ekspektasi kami," sebut Azis kepada KONTAN, Jumat (5/4).

Pada tahun ini, kinerja emiten rumah sakit, menurut Azis, masih bisa menorehkan hasil lebih positif. Cuaca tidak menentu, seperti hujan dan potensi La Nina menyebabkan masyarakat memperhatikan kesehatan.

Baca Juga: Kinerja Emiten Rumah Sakit Diproyeksikan Masih Positif, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Alhasil, analis BRI Danareksa Sekuritas Ismail Fakhri Suweleh masih optimistis terhadap emiten rumah sakit. Pilihannya bisa beli SILO. Baik Aziz maupun Ismail menyebut, harga wajar saham tersebut Rp 2.900 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×