kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kinerja Emiten Jalan Tol Diproyeksi Positif, Cermati Rekomendasi Analis


Minggu, 17 Desember 2023 / 18:38 WIB
Kinerja Emiten Jalan Tol Diproyeksi Positif, Cermati Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Kendaraan melintasi Tol Lingkar Luar Jakarta, Jumat (6/10/2023). Kinerja Emiten Jalan Tol Diprediksi Masih Prospektif, Ini Sentimennya.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten jalan tol diprediksi masih bisa bertumbuh pada tahun 2024. Hal itu terutama didorong oleh volume kendaraan melintas yang masih terus meningkat.

Sejumlah emiten jalan tol masih mencatatkan kinerja beragam hingga kuartal III 2023. Misalnya, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan kenaikan laba 497% hingga kuartal III 2023. 

Melansir keterbukaan informasi, Minggu (17/12), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk JSMR per September 2023 sebesar Rp 5,97 triliun. Pada periode sama tahun lalu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1 triliun.

Baca Juga: Simak Proyeksi Kinerja Emiten Jalan Tol di Tahun 2024

JSMR pun membukukan pendapatan Rp 14,08 triliun hingga kuartal III. Raihan itu naik 20,13% dari periode sama tahun lalu Rp 11,72 triliun.

Namun, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) mencatatkan laba bersih Rp 924,54 miliar per September 2023, naik 26% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 729,63 miliar. Pendapatan CMNP Rp 3,17 triliun hingga kuartal III 2023, turun 0,31% dari periode sama tahun sebelumnya senilai Rp 3,18 triliun.

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) juga mencatat kerugian Rp 156,86 miliar hingga akhir kuartal III 2023. Pada kuartal III 2022, META masih mencatatkan laba Rp 65,56 miliar. Di sisi lain, META juga tengah menjalani proses go private.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta melihat, bisnis jalan tol ke depannya relatif prospektif, selama masih ada penyelesaian proyek pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Asri Karya Lestari (ASLI) Mengincar Dana Hingga Rp 162,5 Miliar dari IPO

“Sehingga, produktivitas bisnis jalan tol bisa terpacu yang dihasilkan dari konektivitas,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (17/12).

Pemilu tetap masih menjadi sentimen positif untuk kinerja jalan tol, karena meningkatkan mobilitas.

Dengan ditunjang adanya faktor stabilitas perekonomian domestik di tahun depan, mobilitas penduduk serta barang dan jasa dalam menggunakan jasa tol juga akan lebih intens. Di sisi lain, biaya dalam pemeliharaan juga akan terus naik. 

“Cost pemeliharaan akan terus naik. Tapi, Ini juga sebenarnya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jalan tol agar mobilitas berjalan lancar,” ungkapnya.

Nafan memaparkan, setiap tahun pasti akan terjadi penyesuaian tarif tol seiring dengan adanya inflasi. Hal itu dinilai Nafan akan menguntungkan JSMR yang sempat mengumumkan tidak akan memberikan diskon tarif tol untuk periode libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

 

Hal itu disampaikan oleh Corporate Communication & Comunity Development Group Head JSMR Lisye Octaviana dalam Konferensi Pers JSMR pada Senin (4/12) lalu.

Baca Juga: Usai Melejit 82,73%, Begini Rekomendasi Saham Pilihan dari Sektor Infrastruktur

Dalam kesempatan tersebut, Lisye mengungkapkan, peningkatan volume lalu lintas (lalin) pada libur Nataru diprediksi masih di bawah Lebaran 2023.

Namun, JSMR tetap tidak akan memberikan diskon tarif tol. Bahkan, untuk sekadar mengantisipasi penurunan pendapatan di akhir tahun 2023 akibat volume lalin selama Nataru yang tidak begitu ramai.

"Kami ingin mencari nilai optimal dari pendapatan tersebut. Kami mau distribusi volume. Jadi, ini justru upaya kami untuk mencegah penurunan pendapatan," paparnya dalam kesempatan tersebut.

Apa yang disampaikan JSMR sejalan dengan pendapat Nafan. Menurut Nafan, tiadanya diskon tarif tol dari JSMR bertujuan untuk menutupi beban operasional Perseroan.

Baca Juga: Prospek Saham Infrastruktur Masih Belum Kendur

“Tidak masalah meskipun JSMR tidak memberikan diskon tarif tol saat Nataru. Sebab, hal itu untuk menutupi beban operasional mereka. Misalnya, dalam pemeliharaan jalan, penambahan marka, dan perluasan lajur,” ungkap Nafan.

Nafan pun merekomendasikan hold untuk JSMR dan CMNP dengan target harga masing-masing Rp 4.720 dan Rp 142 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×