kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.744   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.578   52,68   0,81%
  • KOMPAS100 860   8,60   1,01%
  • LQ45 652   7,76   1,21%
  • ISSI 230   1,30   0,57%
  • IDX30 365   4,59   1,27%
  • IDXHIDIV20 449   6,47   1,46%
  • IDX80 98   1,03   1,06%
  • IDXV30 125   0,92   0,75%
  • IDXQ30 116   1,53   1,33%

Kinerja Emiten Properti Kawasan Industri Prospektif, Cek Saham Rekomendasi Analis


Jumat, 17 Juli 2026 / 19:47 WIB
Kinerja Emiten Properti Kawasan Industri Prospektif, Cek Saham Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Kinerja emiten properti kawasan industri dinilai masih prospektif didukung oleh peningkatan investasi asing Indonesia. Puradelta Lestari (DMAS) (Dok/DMAS)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Sebagian besar investasi hilirisasi mineral juga masih terkonsentrasi di Sulawesi, Maluku Utara, dan wilayah luar Jawa.

“Oleh karena itu, emiten yang paling diuntungkan adalah perusahaan yang memiliki pipeline tenant konkret, kesiapan lahan, infrastruktur, serta lokasi yang dekat dengan pelabuhan dan jaringan tol,” katanya.

Sentimen positif lain emiten sektor ini berasal dari pengembangan Pelabuhan Patimban, Tol Trans Jawa, kebutuhan data center, serta masuknya tenant otomotif dan manufaktur. 

Baca Juga: Momentum Mudik Dongkrak Saham Komponen Otomotif, Cek Saham Rekomendasi Analis

Sementara itu risiko yang harus diperhatikan berasal dari ketidakpastian ekonomi global, pelemahan rupiah, suku bunga tinggi, keterlambatan perizinan, persaingan harga lahan, serta potensi penundaan ekspansi investor jika kondisi geopolitik memburuk.

Untuk tahun ini, kata Ester, SSIA berpeluang menjadi salah satu emiten yang diuntungkan sejalan dengan pertumbuhan sektor kawasan industri. 

SSIA juga menargetkan penjualan lahan sekitar 135 hektare pada 2026, terutama dari Subang Smartpolitan yang mulai membentuk ekosistem otomotif dan manufaktur. 

“Selain penjualan lahan, pemulihan bisnis hotel dan konstruksi juga dapat mendukung kinerja konsolidasi,” ungkapnya.

Secara teknikal, SSIA  membentuk ascending channel dengan pola higher low, didukung oleh peningkatan volume, dan net foreign buy. Meskipun terjadi koreksi pada saat menyentuh area resistance, koreksi tersebut masih tergolong normal sebagai profit taking dan belum mengubah tren utama. 

Baca Juga: Prospek Emiten Rumah Sakit Tetap Cerah di 2026, Cek Saham Rekomendasi Analis

“Selama harga mampu bertahan di atas Rp 1.620 – Rp 1.560 per saham, outlook tetap bullish, dengan peluang melanjutkan kenaikan menuju Rp 1.900 – Rp 2.000 per saham apabila resistance Rp 1.800 per saham berhasil ditembus,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×