Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten properti kawasan industri dinilai masih prospektif didukung oleh peningkatan investasi asing Indonesia.
Pemerintah mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2% YoY dan telah mencapai 49,5% dari target investasi tahun ini sebesar Rp 2.041,5 triliun.
Dari sisi sumber modal, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat relatif berimbang.
PMA mencapai Rp 507,6 triliun, sedangkan PMDN sebesar Rp 502,9 triliun atau sekitar 49,8% dari total investasi.
Baca Juga: Emiten Properti Kawasan Industri Menuai Berkah Pelemahan Rupiah
Emiten PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis dalam mencapai target penjualan lahan industri hingga akhir 2026. Ini seiring permintaan yang masih menunjukkan tren positif.
SSIA menargetkan pertumbuhan pendapatan prapenjualan alias marketing sales mencapai 188% di tahun 2026.
VP of Investor Relations SSIA, Erlin Budiman, menyampaikan, target marketing sales perseroan di tahun 2026 seluas 135 hektar.
Rinciannya, seluas 121 hektar berasal dari kawasan Subang Smartpolitan. Sisanya, seluas 14 hektar dari kawasan Karawang.
“Target tersebut naik 188% YoY dari realisasi tahun 2025 yang seluas 46,8 hektar,” katanya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia, Abida Massi Armand, melihat, realisasi investasi Rp 1.010,6 triliun atau 49,5% dari target di semester I 2026 adalah sinyal positif langsung bagi permintaan lahan kawasan industri.
Komposisi investasi yang didominasi manufaktur, logistik, dan hilirisasi mineral menjadi katalis spesifik bagi emiten kawasan industri.
Baca Juga: Kinerja Emiten Properti Kawasan Industri Beragam di 2025, Simak Prospek Sahamnya
“Kinerja kuartal II 2026 berpotensi lebih solid dari kuartal I seiring konversi inquiry yang terakumulasi selama semester I mulai terealisasi,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengatakan, hal tersebut tentu menjadi sinyal yang positif bagi emiten kawasan industri.
Realisasi investasi yang sudah mencapai lebih dari Rp1.000 triliun menunjukkan bahwa minat investor untuk masuk ke Indonesia masih cukup kuat, meskipun kondisi global masih penuh ketidakpastian.
Namun, dampaknya ke laporan keuangan emiten biasanya tidak langsung terlihat. Sebab, ada jeda waktu antara investasi yang masuk, transaksi pembelian lahan, hingga akhirnya pendapatan diakui di laporan keuangan.
“Di kuartal II tetap berpotensi membaik dibandingkan kuartal, terutama bagi emiten yang sudah memiliki marketing sales yang kuat. Namun, besarnya peningkatan akan berbeda beda di setiap perusahaan,” ungkapnya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Ester Mulyani, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori mengatakan, wilayah Jawa Barat menjadi salah satu tujuan investasi terbesar dengan realisasi Rp 138,1 triliun, termasuk PMA sebesar Rp 84,9 triliun.
Baca Juga: IDX Basic Materials Tumbuh Positif di Tengah Gejolak, Cek Saham Rekomendasi Analis
Sehingga, emiten yang memiliki kawasan di koridor Cikarang, Bekasi, Karawang, dan Subang berpotensi memperoleh manfaat lebih besar.
Namun, kenaikan realisasi investasi tidak otomatis langsung tercermin pada pendapatan Kuartal II. Dampak awal biasanya lebih dahulu terlihat pada peningkatan inquiry, marketing sales, dan backlog penjualan lahan.
Pendapatan baru diakui setelah transaksi dan serah terima lahan memenuhi ketentuan akuntansi.
“Angka investasi ini menjadi leading indicator yang positif, tetapi kinerja keuangan setiap emiten tetap bergantung pada waktu pengakuan penjualan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Abida berpandangan, PMA menjadi katalis pendorong yang signifikan bagi emiten properti kawasan industri di sisa tahun 2026. Hal itu didukung oleh relokasi rantai pasok global dari Jepang, Korea, dan China yang mencari lokasi produksi alternatif di Asia Tenggara.
Hilirisasi mineral yang terus diakselerasi pemerintah mendorong investasi smelter dan fasilitas pengolahan yang langsung membutuhkan lahan kawasan industri berinfrastruktur lengkap.
”Recurring income dari utilitas kawasan juga semakin menjadi penopang kinerja yang stabil dan terprediksi,” katanya.
Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp 8,5 Triliun Karena Rebalancing MSCI, Cek Saham Rekomendasi Analis
Imam melihat,prospek sektor kawasan industri hingga akhir tahun juga masih cukup positif. Apalagi realisasi investasi baru enam bulan sudah hampir mencapai 50% dari target tahunan pemerintah.
“Hal tersebut menunjukkan pipeline investasi masih cukup terjaga,” ungkapnya.
Sentimen positif penggerak kinerja emiten properti kawasan industri ke depan berasal dari berlanjutnya hilirisasi, pengembangan sektor EV, data center, serta relokasi manufaktur ke Indonesia.
Selain itu, keputusan S&P yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia juga membantu menjaga kepercayaan investor asing.
Di sisi lain, risikonya masih berasal dari faktor eksternal seperti suku bunga global yang masih tinggi, perlambatan ekonomi China, dan ketidakpastian geopolitik. Jika kondisi global kembali memburuk, keputusan investasi baru bisa saja tertunda.
Menurut Imam, PMA juga masih akan menjadi katalis yang cukup penting tahun ini karena sebagian besar permintaan lahan industri memang berasal dari investor asing. Selama arus investasi tetap terjaga, prospek sektor ini dinilainya masih menarik.
“Yang paling diuntungkan saat ini adalah PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih cukup unggul, karena memiliki eksposur yang besar terhadap permintaan data center dan manufaktur di kawasan Cikarang,” paparnya.
Imam pun merekomendasikan beli untuk DMAS dengan target harga Rp 147 per saham.
Baca Juga: Menilik Prospek Emiten Properti Kawasan Industri di Tengah Lesunya Investasi Asing
Ester menilai, prospek emiten kawasan industri hingga akhir 2026 masih moderat, dengan prospek yang masih ditopang oleh PMA dan pembangunan data center.
PMA dapat menjadi katalis yang signifikan, tetapi perlu dicermati bahwa tidak seluruh investasi asing akan masuk ke kawasan industri emiten tercatat.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
