kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kinerja Emiten Properti Beda Arah di Kuartal I-2026, Simak Rekomendasi Sahamnya


Selasa, 05 Mei 2026 / 19:55 WIB
Kinerja Emiten Properti Beda Arah di Kuartal I-2026, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Pakuwon Group Property Expo 2025 (SURYA/HABIBUR ROHMAN)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten properti tampak beda arah di sepanjang periode Januari-Maret 2026.

Tengok saja, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan penurunan kinerja di tiga bulan pertama tahun 2026. 

Penjualan dan pendapatan usaha Rp 2,55 triliun per kuartal I 2026, turun 6,37% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 2,73 triliun di kuartal I 2026.

CTRA mengantongi laba bersih Rp 518,3 miliar per 31 Maret 2026, turun 21,51% YoY.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan penurunan laba bersih kala pendapatan naik di tiga bulan pertama tahun 2026. Pendapatan neto Rp 2,23 triliun per kuartal I 2026, naik 6,14% YoY.

Baca Juga: Kinerja Emiten BUMN Karya Beda Arah Kuartal I 2026, Simak Prospeknya Tahun Ini

Lantaran tertekan sejumlah biaya dan beban, laba bersih SMRA turun 20,34% YoY ke Rp 189,76 miliar di kuartal I 2026.

Sementara, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan kenaikan kinerja sepanjang periode ini.

PWON membukukan pendapatan Rp 1,64 triliun sepanjang kuartal I 2026, naik 5,83% YoY. Laba bersih tercatat Rp 389,99 miliar per akhir Maret 2026, naik 29,31% YoY.

PANI mencatat pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun, tumbuh 82% dibandingkan tahun lalu. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk alias laba bersih tercatat Rp 578 miliar, meningkat lebih dari 10 kali lipat secara tahunan.

“Kinerja ini mencerminkan peningkatan kualitas pendapatan serta efektivitas strategi monetisasi kawasan yang semakin terarah,” kata Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan dalam keterbukaan informasi tanggal 4 Mei 2026.

Baca Juga: Kinerja Emiten Batubara Beragam di Kuartal I-2026, Ini yang Paling Untung dan Boncos

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata mengatakan, perbedaan kinerja emiten properti di kuartal I 2026 ini lebih soal model bisnis dan sensitivitas ke suku bunga, bukan sekadar kondisi sektornya lagi bagus atau jelek. 

SMRA misalnya, pendapatannya naik karena ada percepatan serah terima proyek. Namun, labanya turun karena margin tertekan dari biaya konstruksi, bunga, sampai diskon penjualan. 

Sementara CTRA lebih unggul di sisi marketing sales, terutama segmen menengah yang paling sensitif ke KPR dan daya beli. 

Di sisi lain, PWON terlihat paling stabil karena ditopang aset pendapatan berulang alias recurring income dari mall, hotel, dan office yang mulai pulih. Sedangkan, kinerja PANI masih bisa tumbuh karena permintaan kawasan premium yang relatif “kebal” terhadap suku bunga.

“Kinerja di kuartal I ini memberikan sinyal bahwa aset recurring income sekarang jadi penopang utama. Sementara, emiten developer hunian yang mengandalkan penjualan masih sangat tergantung ke siklus suku bunga dan daya beli,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (5/5).




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×