Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) sepanjang tahun buku 2025 dinilai masih menunjukkan karakter defensif dengan pertumbuhan yang moderat. Ke depan, prospek emiten farmasi ini diperkirakan tetap positif, namun dibayangi risiko tekanan margin.
Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, pertumbuhan laba bersih DVLA sekitar 5% secara tahunan menjadi Rp163,95 miliar tergolong solid, meski belum agresif.
“Kualitas laba cukup baik karena lebih ditopang oleh perbaikan margin dibandingkan pertumbuhan pendapatan yang agresif, ini mencerminkan disiplin operasional di tengah dinamika industri yang menantang,” ujar Azis kepada Kontan, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: IHSG Menguat, Tapi Dibayangi Risiko Akibat Kegagalan Kesepakatan AS-Iran
Dari sisi profitabilitas, kenaikan beban pokok pendapatan yang terbatas sebesar 2,9% mampu mendorong laba bruto tumbuh 10,6%. Hal ini menunjukkan adanya ekspansi margin yang positif.
Namun demikian, Azis mengingatkan bahwa keberlanjutan tren tersebut sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku dan strategi product mix perusahaan.
“Risiko normalisasi margin tetap terbuka apabila tekanan biaya input kembali meningkat,” tambahnya.
Dari sisi neraca, liabilitas DVLA tercatat meningkat 22,2% menjadi Rp870,44 miliar, di tengah posisi kas yang sedikit menurun. Kondisi ini dinilai mencerminkan adanya tekanan likuiditas jangka pendek.
Meski begitu, Azis menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat dikelola selama struktur leverage tetap terjaga dan penggunaan utang bersifat produktif.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Teknikal Saham TOBA, ADRO, dan KLBF untuk Selasa (14/4)
“Yang perlu dicermati adalah perbaikan arus kas operasional ke depan,” jelasnya.
Ke depan, tantangan utama DVLA datang dari potensi kenaikan harga bahan baku seiring tensi geopolitik di Timur Tengah. Mengingat industri farmasi masih bergantung pada impor, hal ini berpotensi menekan margin perusahaan.
Azis memperkirakan pertumbuhan kinerja DVLA pada tahun ini cenderung moderat, dengan risiko volatilitas margin yang lebih tinggi.
“Kecuali ada strategi pass-through cost atau efisiensi lanjutan yang efektif, tekanan margin masih akan terasa,” ujarnya.
Untuk rekomendasi, Azis saat ini memilih untuk bersikap wait and see terhadap saham DVLA, seiring pergerakan harga yang dinilai masih fluktuatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













