kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

KIK Dinfra belum populer, ini sebabnya


Senin, 15 April 2019 / 18:43 WIB

KIK Dinfra belum populer, ini sebabnya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-Dinfra) di Indonesia masih minim.

Yang terbaru, PT Mandiri Manajemen Investasi (MM bersama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) resmi mencatat Produk Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-Dinfra) MJPT-001 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/4).


Dinfra Toll Road Mandiri-001 merupakan produk KIK Dinfra yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di BEI dan ditawarkan secara umum sehingga dapat menjangkau investor institusi maupun ritel.

Sayangnya, sejak keluarnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 52 tahun 2017 yang mengatur Dinfra terbit di Juli 2017, belum ada manajer investasi lain yang memasarkan Dinfra.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan MI belum aktif memasarkan Dinfra karena proses untuk membuat produk ini cukup kompleks, seperti mencari proyek yang berkualitas dan mencari tender buyer. 

Apalagi, untuk mencari investor yang tertarik pun sulit. "Mencari proyek infrastruktur dengan IRR tinggi dan aman itu sulit juga," kata Wawan, Senin (15/4).

Ditambah, produk ini juga belum populer di kalangan perusahaan yang membutuhkan pendanaan dan lebih memilih mengeluarkan obligasi atau pinjam perbankan.

Walaupun, ke depan perkembangan pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia masih terbuka lebar dan berpotensi membawa prospek cerah.

Meski begitu, Wawan mengatakan perkembangan KIK Dinfra ke depan masih terbuka lebar jika investor yang memiliki profil investasi dalam jangka panjang juga banyak. "Biasanya asuransi yang jadi sasaran pasar KIK Dinfra," kata Wawan.


Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×