Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • EMAS658.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Baru melantai, ini keunggulan investasi alternatif KIK-DINFRA

Senin, 15 April 2019 / 12:32 WIB

Baru melantai, ini keunggulan investasi alternatif KIK-DINFRA
ILUSTRASI. Peluncuran KIK DINFRA Jasa Marga dan Mandiri Manajemen Investasi


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasa Marga (JSMR) bersama PT Mandiri Manajemen Investasi menawarkan produk inovatif di pasar modal yakni Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA) sebanyak 1 triliun unit.

Direktur Utama Mandiri Manajemen Investasi, Alvin Pattisahusiwa menyatakan KIK-DINFRA adalah wadah berbentuk kontrak investasi kolektif yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal.


“Dana ini sebagian besar diinvestasikan pada aset infrastruktur dalam bentuk utang atau ekuitas oleh manajer investasi, dan dapat ditawarkan melalui penawaran umum maupun penawaran terbatas,” kata Alvin, Senin (15/4).

KIK-DINFRA pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode efek XMJM. Produk ini ditawarkan melalui penawaran umum sehingga menjangkau investor institusi maupun retail. Di perdagangan primer Alvin menjelaskan satu unitnya Rp 1.000 dengan minimal pembelian Rp 100.000. Harga ini berlaku hingga Mei 2019. Selebihnya harga per-unit tergantung pada pasar sekunder.

Berikut keunggulan KIK-DINFRA sebagai produk investasi alternatif.

Pertama, KIK-DINFRA memberikan solusi alternatif bagi investor untuk berinvestasi. Investor diberi opsi lain untuk berinvestasi melalui aset infrastruktur secara langsung atau tidak langsung melalui kepemilikan saham. “Masyarakat dapat berkontribusi ke dalam pembangunan infrastruktur Indonesia ke depannya,” kata Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani.

Kedua, memberikan manfaat tambahan dalam diversifikasi portofolio pada aset infrastruktur yang belum atau sedang dalam proses pembangunan (greenfield) maupun yang telah menghasilkan pendapatan (brownfield) yang berpotensi mengurangi volatilitas portofolio.

Ketiga, potensi imbal hasil potensial karena pembangunan sedang digenjot pemerintah. “Seiring dengan maraknya pengembangannya aset-aset ini. Potensi imbal hasil adalah capital gain yang nanti diperoleh investor pada saat mengakuisisi investasi,” ujar Head of Alternative Investment Mandiri Manajemen Investasi, Nugroho Dwi Prasetyo.

Skema DINFRA Toll Road Mandiri-001, investor menempatkan dana pada KIK DINFRA dikelola Manajer Investasi dalam bentuk Unit Penyertaan KIK-DINFRA, dana tersebut akan digunakan oleh Manajer Investasi untuk berinvestasi pada aset infrastruktur dengan membeli saham PT Jasamarga Pandaan Tol.

PT Jasamarga Pandaan Tol adalah pengelola ruas tol Gempol-Pandaan sepanjanf 13,61 kilometer (km) yang menyambungkan ruas tol Surabaya-Gempol dan ruas tol Pandaan-Malang yang memiliki masa konsesi selama 37 tahun dan telah beroperasi sejak 2015.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0537 || diagnostic_api_kanan = 0.0543 || diagnostic_web = 1.0803

Close [X]
×