kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Mandiri Manajemen Investasi dan Jasa Marga (JSMR) tawarkan 1 triliun unit KIK-DINFRA


Senin, 15 April 2019 / 11:07 WIB

Mandiri Manajemen Investasi dan Jasa Marga (JSMR) tawarkan 1 triliun unit KIK-DINFRA


Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Manajemen Investasi bersama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sah tawarkan produk Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA) MJPT-001 sebanyak 1 triliun unit. Hingga hari ini, sudah tercatat 423,5 juta unit penyertaan dengan total perolehan aktiva bersih Rp 423 miliar.

Dana yang terhimpun melalui DINFRA akan disalurkan untuk pembiayaan jalan tol Gempol-Pandanaan sepanjang 13,61 kilometer (km). Ruas toal ini menyambungkan ruas tol Surabaya-Gempol dan ruas tol Pandanaan-Malang yang memiliki konsesi selama 37 tahun dan telah beroperasi sejak 2015.


Melalui surat No. S-01961/BEI.PP2/04-2019 Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui pencatatan Unit penyertaan DINFRA Toll Road Mandiri-001 yang menawarkan harga perdana Rp 1.000 per unit penyertaan dengan minimal pembelian Rp 100.000.

“Mekanisme perdagangan KIK DINFRA melalui pasar primer berbentuk unit sebanyak 1 triliun,” jelas Direktur Utama Mandiri Investasi Alvin Pattisahusiwa saat pencatatan perdana KIK-DINFRA di Bursa Efek Indonesia, Senin (15/4).

Alvin menjelaskan pasar primer akan dibuka hingga akhir Mei 2019 ini. Setelah 1 triliun selesai diperdagangkan, ada kemungkinan pihak manajemen investasi akan mengeluarkan unit primer tambahan.

DINFRA Toll Road Mandiri-001 adalah produk perdana yang diterbitkan Jasa Marga untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap solid dan merupakan alternatif pendanaan baru di luar pendanaan yang tersedia saat ini.

Investasi alternatif ini dibuat untuk untuk memperluas basis investor yang berpartisipasi pembiayaan infrastruktur serta dapat memperkuat struktur permodalan Jasa Marga di tengah masifnya pembangunan jalan tol.

DINFRA tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), ditawarkan melalui penawaran umum dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Pendanaan ini digolongkan sebagai produk pasar modal sehingga pajak yang dikenakan sama dengan produk pasar modal lainnya yaitu pajak final hanya sebesar 0,1%.

Meski tergolong sangat baru DINFRA dinilai punya potensi yang bagus karena dapat menampung peluang yang tidak diakomodasi produk investasi alternatif lainnya, seperti RDPT, EBA, maupun DIRE.

Sekadar informasi, dalam peraturan OJK Nomor 56/POJK.05/2017 tentang Perubahan Kedua tentang Investasi SBN bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank, telah disebutkan DINFRA menjadi salah satu instrumen investasi infrastruktur yang dapat menjadi pilihan. Hingga saat ini cukup digandrungi para investor.

 


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×