kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

KIJA garap residensial dan Kkomersial


Rabu, 10 April 2013 / 08:16 WIB
ILUSTRASI. Makeup


Reporter: Agustinus Beo Da Costa |

JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menjajal langkah diversifikasi ke segmen residensial dan komersial. Sebelumnya, nama KIJA memang lekat dengan proyek kawasan industri.

Lewat anak usahanya di bidang residensial dan komersial, PT Graha Buana Cikarang (GBC), KIJA akan lebih agresif menggarap dua segmen tersebut. "Kami ubah paradigma. Anak usaha Graha Buana Cikarang akan lebih agresif di residensial dan komersial," ujar Presiden Komisaris PT Graha Buana Cikarang, Tanto Kurniawan, Selasa (9/4).

Alasannya cukup sederhana. Kawasan industri yang dikembangkan KIJA berkembang pesat dan memiliki 1.650  pabrik yang berasal dari 32 negara. Pada siang hari, kawasan ini dipenuhi oleh hampir satu juta orang pekerja dan 400.000 orang di malam harinya. Tentunya ini membuka peluang bagi bisnis residensial dan komersial.

Apalagi, KIJA juga masih memiliki land bank (cadangan lahan) yang luas. Dari 5.600 hektare (ha) lahan yang dimiliki, KIJA mematok sekitar 600 ha lahan untuk pengembangan hunian dan komersial.

Karena itulah, kata Managing Director KIJA, Suteja Sidarta, tahun ini KIJA meluncurkan beberapa proyek residensial dan komersial. Misalnya, proyek Beverly Hills, sebagai proyek berkonsep home stay (kos-kosan) yang menyasar pekerja di kawasan industri.

Peluncuran unit Beverly Hills tahap satu sudah dilakukan Maret 2013 dengan kisaran harga Rp 2,3 miliar. Satu unit memiliki 11 kamar. "Semuanya sudah sold out," ujar Suteja.

Sedangkan Beverly Hills tahap II dirilis awal April 2013. Harganya berkisar Rp 2,4 miliar hingga Rp 3 miliar. Di samping Beverly Hills, GBC juga akan membangun mega kluster Hollywood dan apartemen khusus bagi ekspatriat asal Korea. Di kawasan itu, tahun ini juga akan dibangun hotel Horison dan Hotel Fave dari Aston.

Di proyek residensial dan komersial, KIJA memprediksi, tahun ini bisa menyumbang pendapatan lebih dari setengah total pendapatan KIJA tahun 2012 yang mencapai Rp 1,4 triliun. Kemarin, harga KIJA anteng di Rp 290 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×