kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.889   19,00   0,11%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Ketidakpastian masih membalut pergerakan rupiah


Senin, 06 Juni 2016 / 17:23 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Penguatan rupiah di perdagangan hari ini, Senin (6/6)  perlu mewaspadai koreksi teknikal esok hari, Selasa (7/6).

Di pasar spot, Senin (6/6) nilai tukar rupiah terbang 1,65% ke level Rp 13.370 per dollar AS dibanding hari sebelumnya. Sejalan, di kurs tengah Bank Indonesia valuasi rupiah pun melesat 0,98% di level Rp 13.478 per dollar AS.

David Sumual, Ekonom Bank BCA pasar masih menunggu kepastian dari RUU Tax Amnesty dan rilis paket kebijakan 13. Yang mana membuat fundamental dalam negeri cukup lebih tenang.

Walau tidak bisa dipungkiri penguatan tajam didominasi faktor eksternal terutama dollar AS. “Selasa (7/6) penguatan rupiah masih bisa berlanjut namun kian terbatas,” tebak David.

Keterbatasan tersebut menyusul sudah cukup tajamnya penguatan di awal pekan. Dikhawatirkan pelaku pasar akan melakukan aksi profit taking terhadap rupiah.

Sembari menanti sajian data ekonomi lanjutan baik dari dalam negeri maupun eksternal yang bisa beri pengaruh signifikan selanjutnya.

Fokus pelaku pasar tertuju pada pernyataan Janet Yellen, Gubernur The Fed yang dijadwalkan Selasa (7/6) dini hari. "Jadi kecenderungan besok masih wait and see dengan peluang penguatan dan pelemahan yang terbuka," ujar David.

Penantian pernyataan Yellen akan bergabung dengan hasil laporan cadangan devisa Indonesia Mei 2016. Kalau ada tarik menarik sentimen, kans rupiah menguat tipis tetap ada.

Kecuali Yellen hawkish dan cadangan devisa melorot, itu memberi sinyal jelas pelemahan rupiah akan besar peluangnya terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×