kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Intip Rekomendasi Saham PP Presisi (PPRE) di Tengah Volatilitas Tinggi


Senin, 09 Februari 2026 / 08:15 WIB
Intip Rekomendasi Saham PP Presisi (PPRE) di Tengah Volatilitas Tinggi
ILUSTRASI. rekomendasi saham PP Presisi (PPRE)


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan saham PT PP Presisi Tbk (PPRE) kembali menegaskan tingginya volatilitas yang membayangi saham konstruksi tersebut. Setelah mencatatkan auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 31,33% pada perdagangan Kamis (5/2/2026), saham PPRE justru berbalik arah dengan koreksi tajam 9,63% pada perdagangan Jumat (6/2/2026).

Head of Research Korea Investments & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi mengatakan, fluktuasi ekstrem ini lebih mencerminkan dinamika spekulatif jangka pendek ketimbang perbaikan fundamental yang bersifat struktural.

Apalagi induknya, PT PP Tbk (PTPP) memperoleh gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari krediturnya.

Dus, lonjakan harga yang terjadi sebelumnya masih rapuh dan sangat bergantung pada sentimen pasar.

Baca Juga: Begini Rekomendasi Saham Darya-Varia (DVLA) Jelang Ramadan

"Lebih ke spekulasi, bukan struktural karena biasanya kalau induk usaha menghadapi masalah, anak usahanya ikut terkena sentimen," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (6/2/2026).

Di sisi lain, tingginya volatilitas juga menjadi sinyal bahwa tren kenaikan belum memiliki fondasi yang kuat. Alhasil, Wafi menilai volatilitas yang tinggi menunjukkan tren kenaikan sangat rapuh dan berisiko berbalik arah dengan cepat apabila tidak ada katalis fundamental yang positif.

Dari sisi kinerja, Wafi melihat fundamental PPRE masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketergantungan kontrak pada PTPP yang saat ini tengah diterpa isu PKPU. Kondisi tersebut turut menekan persepsi risiko terhadap entitas anak, termasuk PPRE.

Meski diversifikasi ke jasa pertambangan dinilai dapat menjadi penopang kinerja ke depan, kontribusinya dinilai belum cukup untuk mengimbangi tekanan arus kas operasional yang masih ketat. Selain itu, sentimen negatif terhadap grup usaha juga dinilai masih membayangi pergerakan saham.

Dengan kondisi tersebut, strategi pelaku pasar terhadap saham PPRE saat ini cenderung bersifat defensif. Investor dinilai lebih berhati-hati dan memilih pendekatan wait and see, sambil mencermati perkembangan fundamental dan risiko yang ada.

Baca Juga: Saham Emiten Ini Diprediksi Melejit Berkat Proyek Danantara, Cek Rekomendasi Sahamnya

"Untuk saat ini, strategi yang paling rasional adalah wait and see," pungkas Wafi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×