kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ketakutan dari Pasar Mulai Reda, Investor Berburu Aset Berisiko


Jumat, 17 Mei 2024 / 04:55 WIB
Ketakutan dari Pasar Mulai Reda, Investor Berburu Aset Berisiko
ILUSTRASI. Seorang pedagang bekerja di dalam stan, saat layar menampilkan logo perusahaan kapal pesiar Viking, di lantai New York Stock Exchange (NYSE) di New York City, AS, 1 Mei 2024. REUTERS/Stefan Jeremiah


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Saham-saham di Amerika Serikat mencapai rekor baru, bitcoin melonjak, dan investor menolak asuransi terhadap penurunan portofolio sebagai tanda bahwa perekonomian menuju soft landing yang meningkatkan minat pasar terhadap risiko.

Fenomena ini disebut sebagai perdagangan Goldilocks, di mana investor bertaruh bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mampu mengendalikan inflasi sambil mempertahankan pertumbuhan ekonomi. 

Meskipun bulan lalu ada keraguan, investor kini merasa lebih yakin setelah serangkaian data ekonomi positif, termasuk laporan yang menunjukkan perlambatan harga konsumen di AS pada bulan April.

Baca Juga: Investor Berburu Aset Berisiko Seiring Ketakutan Mereda dari Pasar

Minat baru investor terhadap aset berisiko terlihat di berbagai kelas aset. Indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru dan naik 11% tahun ini, pulih dari penurunan bulan lalu. Indeks Komposit Nasdaq dan Dow Jones Industrial Average juga mencapai level tertinggi baru.

Aset seperti bitcoin dan saham meme, yang sering dianggap sebagai barometer selera risiko, juga mengalami lonjakan. Sementara itu, survei manajer dana oleh BofA Global Research menunjukkan sentimen investor yang paling bullish sejak November 2021.

"Selera investor terhadap aset berisiko tampaknya meningkat," kata Garrett DeSimone, kepala bagian OptionMetrics.

Setelah kekhawatiran mengenai kemampuan The Fed untuk menurunkan suku bunga di tengah inflasi yang tinggi menyebabkan penurunan S&P 500 sebesar 4,2% pada bulan April, investor kini tampak bersemangat untuk kembali membeli saham. Banyak yang melakukannya tanpa banyak memperhatikan perlindungan terhadap kerugian. 

Baca Juga: Capres Yang Bersahabat Dengan Pasar Menjadi Pilihan Investor Saham

Indeks Volatilitas Cboe, yang mengukur permintaan perlindungan pasar, mencapai level terendah dalam empat bulan pada hari Rabu. Indeks VVIX, yang mengukur ekspektasi pergerakan VIX, juga mendekati level terendah dalam satu dekade terakhir.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×