kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Keperkasaan ringgit membuat harga CPO loyo


Rabu, 23 Oktober 2013 / 13:52 WIB
ILUSTRASI. Obat alami sakit jantung yang perlu diketahui.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KUALA LUMPUR. Harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) turun untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir. Penurunan harga terjadi karena kekhawatiran penguatan ringgit Malaysia yang bisa melemahkan permintaan ekspor.

Selain itu, panen kedelai di Amerika Serikat (AS) juga mempengaruhi harga CPO.  Kontrak CPO untuk pengiriman Januari turun 0,8% menjadi 2.436 ringgit (US$ 773 ) per metrik ton di Bursa Malaysia Derivatives.

Data yang dikumpulkan Bloomberg menyebutkan, harga CPO kemarin untuk pengiriman fisik November ada di harga 2.440 ringgit.

Mata uang ringgit naik 0,8% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. Kenaikan ringgit membuat daya tarik CPO berkurang.

"Kekuatan ringgit membuat harga CPO Malaysia tidak kompetitif dibandingkan harga CPO Indonesia," kata Ivy Ng, analis CIMB Investment Bank Bhd kepada Bloomberg di Kuala Lumpur. Selain itu kata Ivy, panen kedelai di AS juga melemahkan daya saing CPO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×