kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemacetan sistem BEI hambat masuknya dana asing


Senin, 27 Agustus 2012 / 15:08 WIB
ILUSTRASI. Seorang siswa mendapatkan vaksinasi COVID-19 di SMA 38 Jakarta, Kamis (15/7/2021). Pemprov DKI Jakarta menargetkan 1,3 juta anak dan pelajar usia 12-17 tahun dapat menerima vaksinasi. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas, Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sejumlah investor tidak dapat melakukan transaksi pada awal pembukaan pagi tadi. Analis menilai, kemacetan pada sistem transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi preseden buruk bagi pasar saham Indonesia.

"Macetnya bursa cukup mengecewakan investor. Sebab, hal ini terjadi di tengah pasar yang mulai ramai setelah musim liburan panjang pasca Lebaran. Apalagi, pasar saham dunia juga fluktuatif akibat isu-isu spekulasi. Kami berharap hal ini jangan sampai terjadi lagi," papa Fridian Warda, analis Indosurya Asset Management.

Dia menambahkan, kemacetan pada sistem transaksi BEI akan menghambat masuknya dana asing ke pasar saham Indonesia. "Padahal, kita sangat berharap dana asing banyak yang masuk melalui pasar saham. Kondisi di luar dugaan seperti ini bisa menghambat hal itu," tegasnya.

Catatan saja, pada pukul 15.00, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat turun 0,04% menjadi 4.143,759. Volume transaksi terbilang sangat sepi dengan melibatkan 602,055 juta saham dengan nilai mencapai Rp 878,600 miliar.

Jumlah saham yang naik sebanyak 91 saham. Sedangkan jumlah saham yang turun mencapai 90 saham dan 85 saham lainnya diam tak bergerak.

Dilihat secara sektoral, lima sektor menghijau dan lima sektor lainnya memerah. Sektor dengan penurunan terdalam adalah sektor infrastruktur yang turun 0,99%. Sedangkan sektor yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah sektor consumer goods sebesar 0,53%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×