kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kekhawatiran Perang Mereda, Harga Emas Sentuh Level Terendah Dua Minggu


Selasa, 23 April 2024 / 20:28 WIB
Kekhawatiran Perang Mereda, Harga Emas Sentuh Level Terendah Dua Minggu
ILUSTRASI. Harga emas jatuh ke level terendah lebih dari dua minggu pada hari Selasa (23/4). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/19/03/2024


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas jatuh ke level terendah lebih dari dua minggu pada hari Selasa (23/4). Logam mulia mengalami koreksi di tengah berkurangnya kekhawatiran perang di Timur Tengah.

Adapun Harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi US$ 2.308,85 per ons troi, pada pukul 08.20 GMT, setelah mencapai level terendah sejak 5 April di awal sesi. Sedangkan, harga emas berjangka AS turun 1% menjadi US$2.322,10

Sementara mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 1.325.000. Harga emas Antam juga terpantau turun Rp 18.000 jika dibandingkan dengan harga yang dicetak pada Senin (22/4) yang berada di level Rp 1.343.000 per gram.

Baca Juga: Harga Emas Spot Turun 1% ke US$2.303,59 Selasa (23/4) Malam

Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, koreksi harga emas hari ini dipengaruhi oleh redanya kekhawatiran akan konflik Israel dan Iran. Sebab, biasanya emas menjadi pilihan dikala adanya ketidakpastian seperti tensi perang memburuk sebagai aset lindung nilai (safe haven asset).

“Jadi memang dalam dua hari terakhir sepertinya tensi perang mulai mereda. Dan kita harapkan harga (emas) memang sudah priced in karena diperkirakan tidak akan terjadi eskalasi perang antara Israel dan Iran,” ujar Rully saat ditemui dalam acara Media Day by Mirae Asset Sekuritas, Selasa (23/4).

Sehingga, Rully bilang, kondisi melandainya tensi perang sedikit mengurangi permintaan pada aset-aset safe haven seperti emas, layaknya dolar Amerika Serikat (AS).

Namun, jika kondisi perang tidak memburuk, emas dalam jangka panjang diperkirakan berpotensi naik tapi bertahap (gradual). Hal itu karena harga emas dalam beberapa waktu terakhir sudah naik cukup tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×