Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
Lebih dalam tekanan terhadap pasar SBN juga diperparah oleh volatilitas nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp 17.000 per dolar AS pada pekan kemarin.
Ahmad menilai, fluktuasi rupiah merupakan faktor risiko signifikan yang memengaruhi perilaku investor asing.
Dalam jangka pendek, pelemahan rupiah mendorong investor meminta premi risiko lebih tinggi, yang tercermin dari kenaikan yield SBN tenor 10 tahun ke kisaran 6,3%.
Ia menambahkan, volatilitas kurs berpotensi meningkatkan biaya dana pemerintah. Saat ini, beban bunga telah mencapai sekitar 14,51% dari total pendapatan negara.
Oleh karena itu, ketidakstabilan nilai tukar dapat membatasi efektivitas kebijakan moneter akomodatif Bank Indonesia dalam menekan imbal hasil obligasi, meskipun inflasi masih terkendali.
Baca Juga: RUU P2SK Bisa Gerogoti Independensi BI, Indef Beri Saran Ini
Ke depan, Ahmad menilai minat investor terhadap SUN akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan tensi geopolitik global serta keberlanjutan siklus pelonggaran moneter di Amerika Serikat.
Dari sisi domestik, arah kebijakan fiskal dan suku bunga menjadi faktor kunci, termasuk komitmen BI menjaga spread suku bunga yang kompetitif terhadap US Treasury.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin fiskal pemerintah dalam menjaga rasio utang di level sekitar 40,48%, serta langkah-langkah proaktif seperti debt swap dan buyback sebagai faktor pendukung kepercayaan investor asing.
Untuk kuartal I 2026, Ahmad memproyeksikan yield SBN tenor 10 tahun bergerak di kisaran 6,10% hingga 6,30%. Meski masih berfluktuasi dalam jangka pendek, ia optimistis tren jangka panjang hingga akhir 2026 akan menurun menuju level 5,8%.
Selanjutnya: 18 Januari: Hari Agama Sedunia, Ketahui Makna dan Sejarah Dibalik Peringatan Tersebut
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bank Indonesia
- nilai tukar rupiah
- Obligasi Pemerintah
- rupiah
- Thomas Djiwandono
- kurs rupiah
- Donald Trump
- pasar obligasi
- lelang SUN
- surat utang negara
- SBN
- Arus modal asing
- kebijakan moneter
- geopolitik
- Ahmad Nasrudin
- Surat Berharga Negara
- BI
- Risiko Fiskal
- Yield SBN
- Disiplin Fiskal
- Investasi SBN
- pasar perdana SBN
- proyeksi SBN













