kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.937   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.392   48,27   0,76%
  • KOMPAS100 842   9,35   1,12%
  • LQ45 639   7,95   1,26%
  • ISSI 222   2,35   1,07%
  • IDX30 358   4,08   1,15%
  • IDXHIDIV20 437   3,38   0,78%
  • IDX80 96   1,06   1,12%
  • IDXV30 120   0,72   0,60%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ada Kekhawatiran Ancaman di Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Kembali Naik


Jumat, 07 Agustus 2026 / 10:24 WIB
Ada Kekhawatiran Ancaman di Selat Hormuz, Harga Minyak Mentah Kembali Naik
ILUSTRASI. Harga minyak mentah WTI kembali naik seiring dengan ancaman memanasnya tensi geopolitik di Selat Hormuz. (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah WTI kembali naik seiring dengan ancaman memanasnya tensi geopolitik di Selat Hormuz. Mengutip Trading Economics Jumat (7/8/2026) pukul 10.00 WIB, harga minyak mentah WTI di level US$ 77,95 per barel, naik 0,66% secara harian. 

Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf mengatakan, kenaikan ini dipicu oleh ketegangan yang kembali memanas di Selat Hormuz, yang menimbulkan keraguan baru terhadap upaya membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut secara penuh. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Iran menyerang apa yang disebutnya sebagai “target-target bermusuhan” di selat tersebut, setelah terjadi ledakan di dekat Pulau Qeshm.

“Ketegangan ini semakin diperumit oleh rancangan kesepakatan Iran-Oman yang mengatur jalur pelayaran tersebut, di mana Teheran berupaya melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Hormuz, serta mewajibkan negara-negara yang dianggap bermusuhan membayar kompensasi sebelum diberikan izin lintas,” ujar Alwi dalam risetnya pada Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: KSEI Terbitkan ISIN EGR, Pegadaian Siap Pasok Emas untuk ETF

Iran bahkan mengusulkan denda setara 20% dari nilai kargo kapal bagi pihak yang melanggar ketentuan tersebut, dan menegaskan bahwa selat itu baru akan dibuka sepenuhnya setelah blokade maritim Amerika Serikat dicabut. Saat ini, parlemen Iran tengah membahas rancangan proposal tersebut, yang memuat syarat-syarat pelayaran komersial melalui Selat Hormuz jauh lebih ketat dibandingkan perkiraan pasar sebelumnya, sehingga menambah premi risiko pada harga minyak global.

Dalam jangka pendek, Alwi memperkirakan support harga minyak mentah WTI di level US$ 76,62 per barel dan resistance di level US$ 79,54 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×