kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Kejar Untung, Hotel Fitra (FITT) Banting Stir ke Pertambangan Nikel


Jumat, 26 Juni 2026 / 19:22 WIB
Kejar Untung, Hotel Fitra (FITT) Banting Stir ke Pertambangan Nikel
ILUSTRASI. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) melalui PT Fitra Amanah (DOK/Hotel Fitra International)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) optimistis dapat membalikkan kinerja keuangannya setelah mengakuisisi PT Venturi Tambang Perkasa (VTP), perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan membidik peningkatan signifikan pada kinerja keuangan konsolidasian di periode mendatang.

Direktur FITT Ou Yang, menyampaikan akuisisi VTP menjadi langkah strategis untuk mengubah struktur bisnis usaha dari perusahaan berbasis perhotelan menjadi investment holding di sektor jasa pertambangan.

FITT juga memproyeksikan pendapatan konsolidasi perusahaan di tahun 2026 mencapai Rp 92,2 miliar, lalu bertumbuh menjadi Rp 130,4 miliar rupiah di tahun 2030.

“Kami berharap melalui akuisisi ini terjadi pembalikan struktural dari hotel yang merugi menuju bisnis jasa tambang yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan,” kata Ou Yang dalam Paparan Publik, Jumat (26/6/2026).

VTP menjalankan model bisnis B2B berbasis volume produksi (WMT) dengan kontrak jangka menengah hingga panjang. Operasi pertambangan berlokasi di Luwuk, Sulawesi Selatan. 

Sepanjang 2025, VTP mencatatkan pendapatan sebesar Rp128,7 miliar dan laba operasional sekitar Rp36 miliar. Total aset tercatat Rp169 miliar, dengan volume produksi nikel mencapai 742.321 ton (>700.000 WMT).

Baca Juga: Masuk ke Bisnis Tambang Nikel, Hotel Fitra (FITT) Bakal Jual Aset Hotel

Untuk mendukung transaksi akuisisi, FITT akan melakukan divestasi dua anak usaha, yaitu BMP dan FAW. Perseroan melepas 99,99% kepemilikan di BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo (BBS) senilai Rp21,9 miliar, serta 99,96% FAW kepada PT Pratama Global Sevindo (PGS) senilai Rp46,9 miliar. 

Total dana yang dihimpun mencapai Rp67,9 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk akuisisi 50% saham VTP dari PT Sheng Yue Hengli senilai Rp46,5 miliar dan untuk restrukturisasi utang perusahaan. 

Ke depan, FITT akan bertransformasi menjadi investment holding company berbasis sektor pertambangan, dengan fokus pada penguatan bisnis jasa tambang dan pengembangan portofolio sumber daya mineral melalui tiga tahap strategis.

Tahap pertama dengan jarak satu hingga dua tahun, perusahaan akan melakukan integrasi dan strukturisasi. Pada pada periode tiga sampai lima tahun, perusahaan akan melakukan ekspansi dan diversifikasi, termasuk melakukan evaluasi peluang peningkatan kepemilikan FITT atas saham VTP  di atas 50% apabila sesuai dengan strategi investasi.

Adapun dalam jangka panjang, yakni lebih dari lima tahun, FITT menargetkan konsolidasi ekosistem bisnis pertambangan.

"Melalui strategi ini, FITT menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan terbuka yang adaptif terhadap transformasi industri dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang serta peningkatan nilai bagi pemegang saham," ujar Ou Yang.

Baca Juga: Hotel Fitra (FITT) Siap Masuk ke Sektor Pertambangan dalam Jangka Menengah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×