kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Margin Tertekan, Kualitas Pertumbuhan Kalbe Farma (KLBF) Belum Optimal


Kamis, 06 Agustus 2026 / 20:29 WIB
Margin Tertekan, Kualitas Pertumbuhan Kalbe Farma (KLBF) Belum Optimal
ILUSTRASI. Analis memberikan rekomendasi saham Kalbe Farma (KLBF) saat kinerja tumbuh di tengah margin yang tertekan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan pertumbuhan penjualan yang solid pada semester I-2026. Namun, dari sisi profitabilitas, kualitas pertumbuhan dinilai belum sepenuhnya optimal.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ester Mulyani mengatakan, penjualan KLBF tumbuh sekitar 14% menjadi Rp19,47 triliun, tetapi tidak diikuti pertumbuhan laba yang sepadan.

“Laba bruto hanya tumbuh sekitar 4,4%, sementara laba bersih turun sekitar 2,8%. Artinya, KLBF berhasil menjual lebih banyak produk, tetapi keuntungan per rupiah penjualan menjadi lebih tipis,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).

Ia menambahkan, margin laba kotor juga turun dari sekitar 41% menjadi 37,5%, mencerminkan adanya tekanan di sisi biaya.

Baca Juga: Kinerja Siloam (SILO) Semester I-2026 Tumbuh Solid, Ditopang Efisiensi Operasional

Menurut Ester, tekanan utama berasal dari kenaikan beban pokok penjualan yang meningkat 20,7% menjadi Rp 12,16 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku, pelemahan rupiah, serta perubahan bauran produk.

Selain itu, kerugian kurs sebesar Rp 54,89 miliar menunjukkan ketergantungan KLBF terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan. Dari sisi segmen, pertumbuhan terbesar berasal dari distribusi dan logistik yang mencatatkan penjualan Rp 7,20 triliun, sementara obat resep mencapai Rp 5,30 triliun.

“Distribusi menjadi pendorong omzet, tetapi obat resep lebih penting untuk pemulihan margin karena memiliki profitabilitas yang lebih tinggi,” jelasnya.

Dari sisi arus kas, Ester juga menyoroti kenaikan piutang sebesar 16,48% menjadi Rp 6,58 triliun dan persediaan naik 13,43% menjadi Rp 7,92 triliun. Arus kas operasi tercatat sekitar Rp 1,25 triliun, lebih rendah dibandingkan laba bersih.

“Hal ini menunjukkan sebagian pertumbuhan penjualan masih tertahan dalam bentuk piutang dan persediaan,” katanya.

Untuk semester II-2026, Ester menilai laba bersih KLBF masih berpeluang membaik, meski pemulihannya cenderung bertahap. Faktor penentu utama antara lain stabilitas rupiah, biaya bahan baku, serta perbaikan bauran produk.

Adapun sejumlah katalis yang perlu dicermati antara lain peningkatan kontribusi obat resep, pengembangan produk kesehatan, ekspor, serta inovasi di segmen biologis, onkologi, vaksin, dan alat kesehatan.

 

Secara keseluruhan, prospek pendapatan KLBF hingga akhir 2026 dinilai tetap positif, ditopang permintaan produk kesehatan yang defensif serta jaringan distribusi yang kuat. Namun, pertumbuhan laba berpotensi tertahan jika margin belum pulih dan modal kerja masih tinggi.

Dari sisi teknikal, saham KLBF mulai menunjukkan sinyal bullish reversal setelah memantul dari area support Rp 680-Rp 700. Saat ini, harga berada di kisaran resistance Rp 790-Rp 810.

“Jika mampu menembus Rp 810 dengan volume besar, peluang naik ke Rp 840-Rp 860 terbuka. Namun jika gagal, berpotensi koreksi ke Rp 760-Rp 770 per saham. Strategi yang disarankan adalah wait and see hingga terjadi breakout,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×