kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kalbe Farma (KLBF) telah serap capex sebesar Rp 912 miliar di semester I-2019


Selasa, 20 Agustus 2019 / 17:03 WIB

Kalbe Farma (KLBF) telah serap capex sebesar Rp 912 miliar di semester I-2019
ILUSTRASI. Pabrik Obat Kalbe Farma

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) selama paruh pertama tahun ini sudah menyerap belanja modal sebanyak Rp 912 miliar dari total capexnya tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun ditambah Rp 500 miliar untuk transformasi digital. Kebanyakan belanja modal terserap untuk kebutuhan pembangunan pabrik.

Asal tahu saja tahun ini KLBF telah menyiapkan capital expenditure (capex) sepanjang 2019 sebesar Rp 1,0 triliun – Rp 1,5 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Serta tambahan 500 miliar untuk transofrmasi digital dan pengembangan riset di bidang biosimilar.

Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan KLBF Bernadus Karmin Winata menyatakan sepanjang semester I 2019, KLBF telah menyerap capex sebanyak Rp 912 miliar. 

Baca Juga: Kalbe Farma (KLBF) targetkan tahun 2022 bisa pasarkan produk obat biologi

“Penyerapan capex di paruh pertama tahun ini terutama untuk pabrik di Myanmar, pabrik Bintang Toedjo, Saka Farma, dan gudang PT Enseval Puitera Megatrading Tbk,” jelasnya kepada Kontan.co.id saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/8).

Bernadus bilang perkiraan capex 2020 tetap dipertahankan di Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun ditambah dengan Rp 500 miliar untuk transformasi digital dan produk biologi. Bernadus menyatakan perkiraan capex tahun depan sama dengan tahun ini karena kebutuhan yang besar seperti pembangunan pabrik sudah selesai dikerjakan lima tahun belakangan. 

Asal tahu saja pada paruh pertama tahun ini KLBF telah membukukan penjualan bersih sebesar Rp 11,17 triliun meningkat 7,7% year on year (yoy) dibanding semester I 2018 sebesar Rp 10,38 triliun. 

Baca Juga: Penjualan ekspor farmasi moncer, begini strategi yang disiapkan sejumlah emiten

Adapun laba sebelum pajak bertumbuh 3,5% yoy dengan rasio laba sebelum pajak sedikit menurun mencapai 15,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 15,7%. KLBF catatkan laba bersih juga tumbuh 3,53% yoy menjadi Rp 1,26 triliun. Sejalan dengan pengembangan produk baru, KLBF juga mencatatkan peningkatan biaya untuk mendukung aktivitas riset dan pengembangan. 

Bernadus menambahkan untuk mempertahankan marjin laba, ke depannya KLBF akan menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk dan peningkatan efesiensi operasional. 


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Yoyok

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×