kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kalbe Farma berharap nilai tukar rupiah kembali stabil


Kamis, 03 Mei 2018 / 22:37 WIB
ILUSTRASI. Alat Peraga Kalbe Farma


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten terkena efek negatif  pelemahan rupiah. Diantaranya seperti farmasi. Sektor itu masih banyak mengandalkan bahan baku yang berasal dari luar negeri. Hampir lebih dari 90% bahan baku didatangkan dari luar Indonesia. Otomatis, barang impor termasuk klasifikasi produk yang terkena efek negatif penguatan dollar AS.

Bernadus Karmen Winata, Direktur dan Corporate Secretary PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menilai kondisi pelemahan rupiah karena faktor global akan membawa dampak negatif terhadap profitabilitas perusahaan. KLBF mengupayakan pengelolaan margin melalui strategi bauran produk serta efisiensi biaya produksi dan pemasaran. “Kami mengharapkan agar nilai tukar rupiah kembali stabil sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat,” kata Bernadus kepada Kontan.co.id, Kamis (3/5).

Selain itu, perusahaan juga sudah mengupayakan beban kurs pada tahun ini. Untuk mengatasi selisih kurs, KLBF mengelola dampak kurs dengan menyediakan cadangan valuta asing, sehingga pelemahan kurs diharapkan tidak berdampak negatif secara signifikan. “Dampak langsung terhadap margin akan dikelola dengan pengaturan bauran produk dan efisiensi biaya operasional,” imbuhnya.

Selain fluktuasi nilai tukar, KLBF juga sedang menghadapi pelemahan daya beli. Namun, perusahaan menilai hal tersebut hanya berlangsung sementara dan akan bertahap pulih sejalan dengan kondisi ekonomi. Dalam kondisi ini, KLBF akan menggunakan strategi jangka panjang untuk mengembangkan solusi kesehatan total.

Dalam jangka pendek, KLBF akan fokus pada upaya mempertahankan pangsa pasar, baik melalui pengembangan portfolio produk, penetrasi distribusi dan kegiatan marketing. “Efisiensi biaya operasional juga menjadi perhatian Perseroan untuk mempertahankan margin,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×