Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat korporasi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjadi idB dari peringkat sebelumnya. Meski demikian, Pefindo masih memberikan outlook negatif terhadap prospek peringkat perusahaan.
Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan adanya perbaikan bertahap pada kondisi Waskita Karya, meski profil keuangan perusahaan masih menjadi faktor pembatas utama.
Selain peringkat korporasi, Pefindo juga menaikkan peringkat sejumlah instrumen surat utang Waskita Karya. Peringkat Obligasi Berkelanjutan III Tahap II, Tahap III, Tahap IV, serta Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I dinaikkan menjadi idB.
Baca Juga: Asing Net Sell Rp 777 Miliar Saat IHSG Terkoreksi, Cek Saham yang Banyak Dijual
Sementara itu, Pefindo menegaskan peringkat Obligasi III, Obligasi IV, dan Sukuk Mudharabah I masing-masing pada idAAA(gg) dan idAAA(sy)(gg).
Penegasan peringkat tersebut mencerminkan adanya jaminan penuh, tanpa syarat dan tidak dapat dibatalkan (unconditional and irrevocable guarantee) dari Pemerintah Republik Indonesia atas pembayaran kembali kewajiban yang sebelumnya mengalami penundaan.
Pemeringkatan terbaru Pefindo berlaku untuk periode 28 September 2026 hingga 1 Oktober 2026.
Kenaikan peringkat ini melanjutkan perbaikan posisi kredit Waskita Karya setelah sebelumnya perusahaan berada dalam kondisi special default. Berdasarkan riwayat pemeringkatan Pefindo, WSKT tercatat memiliki peringkat idSD (Special Default) pada April 2024, Oktober 2024, dan Oktober 2025.
Pada September 2026, peringkat WSKT kemudian berubah menjadi idCCC/Credit Watch dengan outlook Negatif, sebelum kembali berada pada idB/Credit Watch dengan outlook Negatif.
Pefindo menyebut profil bisnis Waskita Karya yang kuat di industri konstruksi nasional menjadi salah satu faktor yang mendukung peringkat perusahaan. Namun, kenaikan peringkat tersebut masih dibatasi oleh profil keuangan WSKT yang lemah dan rentan terhadap perubahan kondisi pasar maupun ekonomi.
Pefindo juga masih melihat risiko terhadap keberlanjutan peringkat Waskita Karya. Penurunan peringkat dapat terjadi apabila perusahaan gagal memenuhi kewajiban pembayaran pokok atau kupon yang jatuh tempo.
Selain itu, risiko penurunan peringkat juga dapat muncul apabila proses restrukturisasi keuangan Waskita Karya kembali berlanjut tanpa menghasilkan penyelesaian yang stabil.
Baca Juga: Wall Street: S&P dan Nasdaq Naik, Dipicu Turunnya Harga Minyak & Optimisme Teknologi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














