kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kabar positif Brexit dan pemangkasan The Fed rate jadi amunisi penguatan GBP/USD


Kamis, 31 Oktober 2019 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Euro, Hong Kong dollar, U.S. dollar, Japanese yen, pound and Chinese 100 yuan banknotes are seen in this picture illustration, January 21, 2016. REUTERS/Jason Lee/Illustration/File Photo


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin (bps) ke level 1,5% hingga 1,75% sukses membuat dolar AS kehilangan tenaga. Alhasil pasangan GBP/USD berpeluang untuk melanjutkan rally pada perdagangan akhir pekan ini.

Analis PT Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti mengatakan, pada perdagangan Kamis (31/10) pasangan GBP/USD terpantau masih melanjutkan penguatan.

Baca Juga: Brexit diundur, poundsterling masih bisa unggul

Mengutip Bloomberg, pasangan ini tercatat naik  0,44% ke level 1,2959 pukul 18.28 WIB, setelah pada perdagangan sebelumnya (30/10) ditutup naik 0,29% di level 1,2902.

Tren penguatan terjadi pasca Parlemen Inggris menyetujui usulan pemilu di 12 Desember 2019 yang diajukan untuk voting kedua kalinya oleh Perdana Menteri Boris Johnson.

Sebagai informasi, usulan pemilu dini yang diajukan Boris sempat ditolak mentah-mentah oleh Parlemen Inggris dengan kekalahan telak pada voting Senin (28/10). Namun, Selasa (29/10) UK House of Commons akhirnya menyetujui penyelenggaraan pemilu pada 12 Desember 2019 dengan perolehan suara 438-20.

Di sisi lain, sembari menunggu perkembangan pemilu Inggris, data ekonomi dari AS menjadi fokus para investor.

Baca Juga: Pasangan kurs USD cenderung digerakkan sentimen teknikal, Senin (28/10) ini

Kebijakan pemotongan suku bunga acuan The Fed sebesar 0,25 basis poin sebagaimana yang telah diperkirakan oleh pasar, memberikan dorongan bagi dolar AS untuk naik ke level tertingginya terhadap beberapa rival mata uang lainnya termasuk poundsterling. Namun, dolar AS berbalik arah setelah konferensi pers dari Powell.

Gubernur The Fed Jerome Powell menyebutkan, tidak akan ada kenaikan tingkat bunga kecuali ada pergerakan yang signifikan dalam inflasi. Komentar tersebut sukses mendorong naik saham-saham utama di Wall Street dan membanting dolar AS ke level terendah baru secara luas.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×