kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Jumlah investor pasar modal meningkat pesat selama periode Januari-Agustus 2021


Selasa, 28 September 2021 / 21:06 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung melintas dekat papan edukasi investasi di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi

Terkait tren ke depannya sendiri, dari keempat instrumen investasi tersebut menurut Nico akan tergantung pada profil investor. Menurutnya, setiap instrumen memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing seperti reksadana walaupun terbilang aman tetapi imbal balik yang ditawarkan tidak terlalu besar.

"Berbeda dengan saham yang memiliki return besar, tetapi juga memiliki risiko yang besar," sebutnya.

Oleh sebab itu, Teguh juga menyarankan, sebagai investor baru yang bermain di saham perlunya menahan diri dengan memulai dengan menggunakan dana kecil. Menurutnya, metode atau analisa apapun yang digunakan intinya ada pada psikologis.

"Kemampuan untuk mengendalikan diri, supaya tidak panik saat harga saham turun dan tidak serakah saat harga saham naik," imbuhnya.

Seiring peningkatan jumlah investor, Teguh memaparkan saat ini nilai transaksi dan volume transaksi yang dicatatkan perusahaan sekuritas tumbuh signifikan. Ia bilang, per hari nilai transaksi di semua pasar di atas Rp 10 triliun.

Bahkan, menurutnya, jika sedang ada emiten yang ramai bisa mencapai Rp 30 triliun per hari. "Hal itu karena banyaknya investor atau trader baru," tegasnya.

Selanjutnya: Pembobotan free float bakal ubah dominasi saham penggerak IHSG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×