kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Jumlah investor meningkat, APRDI optimistis AUM reksadana tumbuh 15%-20% tahun ini


Kamis, 09 Januari 2020 / 19:21 WIB
Jumlah investor meningkat, APRDI optimistis AUM reksadana tumbuh 15%-20% tahun ini
ILUSTRASI. ilustrasi reksadana. KONTAN/Muradi/2019/09/17

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) optimistis kinerja reksadana tahun ini bisa tumbuh double digit. Hal ini ditopang oleh meningkatnya jumlah investor reksadana yang signifikan di 2020. 

Direktur Eksekutif APRDI Mauldy Rauf Makmur mengungkapkan, secara konservatif AUM reksadana bisa tumbuh 15%-20% di tahun ini. Apalagi, asosiasi sangat optimistis pertumbuhan investor reksadana bisa kembali menanjak menjadi 3 juta investor.

Sebagai informasi, per Desember 2019 APRDI mencatat total dana kelolaan (AUM) industri reksadana mencapai Rp 542,2 triliun. Angka tersebut meningkat 6,78% dari capaian dana kelolaan Desember 2018 yakni Rp 505,39 triliun. 

Baca Juga: Terbitkan global bond, pemerintah memanfaatkan kondisi pasar yang positif

Peningkatan dana kelolaan tersebut sejalan dengan lonjakan jumlah investor reksadana sebanyak 77,65% sepanjang 2019 menjadi 1,7 juta investor. Terbanyak berasal dari DKI Jakarta, disusul investor dari Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatra Utara dan Jawa Tengah. 

Berdasarkan data KSEI, secara AUM penjualan reksadana lewat fintech baru 5% sedangkan 95% berasal dari transaksi non fintech. Namun, dilihat dari jumlah investor 78% berasal dari fintech, sedangkan sisanya non fintech. 

Sebanyak 25% melakukan transaksi lewat agen penjual, sedangkan 75% transaksi dilakukan langsung ke manajer investasi. 

"Sebanyak 90%an nasabah reksadana merupakan nasabah individu, sedangkan institusi kurang dari 10%. Based investor individual ini yang kami usahakan tumbuh besar," jelasnya, Kamis (9/1). 




Terpopuler

Close [X]
×