Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Wall Street dibuka lebih tinggi pada Rabu (1/4/2026), melanjutkan lonjakan terbesar dalam satu hari hampir setahun sebelumnya, setelah komentar Presiden Donald Trump yang menandakan kemungkinan akhir konflik di Timur Tengah.
Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 54,6 poin atau 0,12% menjadi 46.396,12. S&P 500 naik 28 poin atau 0,43% ke 6.556,56, sementara Nasdaq Composite naik 152,2 poin atau 0,70% menjadi 21.742,80 pada pembukaan perdagangan.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.983, Level Rp 17.100 Jadi Zona Kritis
Komentar Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada Selasa menyiratkan bahwa akhir perang Iran bisa dekat, membuka peluang untuk dialog langsung dengan pimpinan Iran dan penyelesaian konflik tanpa perjanjian formal.
Trump dijadwalkan memberikan pidato nasional pada pukul 21.00 ET.
Respons Pasar Global
Pasar global juga merespons positif, dengan indeks Eropa STOXX 600 naik lebih dari 2%, seiring harapan pemulihan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur transit minyak utama dunia.
Harga minyak yang sebelumnya melonjak sejak pecahnya perang pada akhir Februari turun hingga 3% pada Rabu.
Baca Juga: Menilik Dampak Batas Free Float 15% terhadap Nasib Pasar Saham
Saham energi AS juga turun dalam perdagangan premarket, dengan Exxon Mobil merosot 3,1% dan Chevron turun 2,2%.
Robert Pavlik, manajer portofolio senior di Dakota Wealth menilai, komentar Trump dan pemimpin Iran menunjukkan arah yang positif.
“Ini besar jika bisa meredakan kekhawatiran pasar yang membayangi sebulan terakhir,” ujarnya.
Indikator Lainnya
CBOE Volatility Index, yang dikenal sebagai indeks ketakutan Wall Street, turun ke level terendah lebih dari satu minggu terakhir di angka 24,72, turun 0,52 poin.
Meski ada reli pada Selasa, S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan bulanan terdalam dalam setahun terakhir, sementara Dow mengalami penurunan tertajam sejak September 2022.
Baca Juga: Sepanjang Tahun Ambles 64%, Saham KRYA Dihantui Aksi Jual Pemegang Saham Besar
Data tenaga kerja swasta menunjukkan peningkatan yang stabil pada Maret, sementara laporan Departemen Perdagangan mencatat penjualan ritel Februari naik 0,6%, melampaui ekspektasi 0,5%.
Data private payroll Maret akan menjadi fokus pada Jumat mendatang, meski pasar AS ditutup untuk libur Good Friday.
Pasar uang sebelumnya menyingkirkan ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve tahun ini karena kekhawatiran inflasi akibat harga energi yang melonjak.
Komentar pejabat The Fed, seperti Alberto Musalem dan Michael Barr, akan menjadi perhatian untuk melihat arah kebijakan moneter selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













