kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.977   85,00   0,48%
  • IDX 6.141   39,98   0,66%
  • KOMPAS100 799   3,79   0,48%
  • LQ45 603   4,50   0,75%
  • ISSI 213   0,84   0,40%
  • IDX30 341   3,17   0,94%
  • IDXHIDIV20 417   4,83   1,17%
  • IDX80 91   0,47   0,52%
  • IDXV30 112   1,03   0,93%
  • IDXQ30 109   1,24   1,15%

MSCI Putuskan Pasar Modal Indonesia Tetap di Emerging Market, Ini Kata OJK


Rabu, 24 Juni 2026 / 08:00 WIB
MSCI Putuskan Pasar Modal Indonesia Tetap di Emerging Market, Ini Kata OJK
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. MSCI kembali mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kategori Emerging Market dalam hasil Market Classification Review 2026 yang diumumkan pada Rabu (24/6).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif keputusan tersebut. Regulator menilai hasil asesmen MSCI menjadi pengakuan atas berbagai reformasi yang dijalankan pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan keputusan MSCI sesuai dengan harapan regulator dan pelaku pasar.

Baca Juga: Harga Emas Turun pada Rabu (24/6) Pagi, Dipicu Aksi Jual di Pasar Keuangan

"Konfirmasi dari MSCI ini merupakan hasil yang sesuai harapan kita bersama. Pengumuman MSCI ini menjadi momentum untuk terus memperkuat agenda reformasi pasar modal," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

Menurut Hasan, MSCI juga memberikan catatan positif terhadap berbagai langkah reformasi yang telah dilakukan Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.

Dia menyebut MSCI telah mengakui peningkatan transparansi data pasar modal. Bahkan, sejumlah data hasil reformasi mulai digunakan dalam proses penilaian MSCI.

Menurut Hasan, pengakuan tersebut menunjukkan reformasi yang dilakukan regulator mulai mendapat perhatian dari komunitas investasi global.

Selain mempertahankan status Emerging Market, hasil penilaian MSCI juga sejalan dengan MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang diumumkan pekan lalu.

Dalam asesmen tersebut, Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar dengan tingkat aksesibilitas terbaik di kawasan Asia Pasifik setelah China dan Malaysia.

Baca Juga: MSCI Pertahankan Status Indonesia sebagai Emerging Market, Ini Kata Analis

Meski demikian, MSCI menyatakan akan terus memantau implementasi berbagai agenda reformasi yang sedang dijalankan regulator dan pemangku kepentingan pasar modal Indonesia.

"OJK memastikan seluruh program reformasi pasar modal akan terus dilaksanakan secara konsisten dan diperkuat ke depan," kata Hasan.

Sejak Februari 2026, OJK bersama self-regulatory organization (SRO) pasar modal menggulirkan sejumlah agenda reformasi untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar.

Dari sisi transparansi, regulator memperkenalkan data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan klasifikasi investor, serta pengembangan kerangka pelaporan ultimate beneficial owner (UBO).

Sementara dari sisi pengawasan, OJK memperkuat sistem surveillance perdagangan dan memperkenalkan pengumuman High Shareholding Concentration (HSC).

Hingga 31 Mei 2026, OJK telah menjatuhkan sanksi kepada 329 pihak di pasar modal dengan total nilai denda mencapai Rp 138,9 miliar.

Nilai tersebut terdiri dari sanksi keterlambatan sebesar Rp 53,9 miliar dan sanksi atas berbagai kasus pasar modal senilai Rp 85 miliar.

Hasan menegaskan pengakuan dari MSCI maupun penyedia indeks global lainnya bukan merupakan tujuan akhir dari agenda reformasi pasar modal Indonesia.

"Tentu acknowledgement maupun hasil review dari global index providers ini bukanlah tujuan akhir. Kita akan terus memperkuat dan mempercepat implementasi agenda reformasi ke depan," ujarnya.

Sebelumnya, FTSE Russell juga mempertahankan status Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market pada April 2026.

OJK menilai hasil penilaian dari FTSE Russell dan MSCI menjadi modal penting untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

Menurut Hasan, fundamental ekonomi domestik yang terjaga, pertumbuhan investor, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja emiten yang positif akan menopang pasar modal ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×